Email : suhu@ymail.com ; suhu@rocketmail.com

Foto saya
Surabaya, East Java, Indonesia
Designer Database dan pecinta tehnologi yang Qur'ani

Kamis, Oktober 30, 2008

Daftar Krisis Ekonomi Dunia Sepanjang Sejarah

Ditulis tanggal 30 Oktober 2008, jam 13.10 BBWI

Saat ini kita sedang memasuki krisis ekonomi yang sebenarnya parah. Hal yang paling bijak saat ini adalah :

1. Pegang uang Cash, jangan investasi ke properti dulu karena prediksi harga properti akan jatuh
2. Jangan beli emas. harga emas saat ini sedang fluktuasi. bahkan trend sekarang sedang turun.
3. Depositokan saja ke Bank. Ingat bunga tertinggi yang dijamin negara 10 % dan Maks Rp 2 M. jika ada bank menawarkan bunga diatas 10% hati2. bank itu lagi kesulitan uang. dan jika bangkrut, uang anda tidak akan diganti negara. Pilih bank Pemerintah saja.
4. Jangan beli dollar. Dollar tinggi saat ini karena investor asing banyak menarik dollarnya dari Indonesia karena mereka butuh duit. Kondisi kita sekarang sangat beda dengan 1998. ingat itu.
5. Jika anda saat ini pegang dollar maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mulai mempertimbangkan melepas dollar karena titik kulminasinya hampir tercapai. Jangan menunggu pekan depan karena kemungkinan keuntungan akan turun. jika ragu lepaslah secara parsial/sebagian.
6. The Fed (BI-nya USA) saat ini sudah memotong SBInya sehingga hanya menjadi 1%. Kemungkinan terjadi kontraksi sangat besar. artinya situasi sekarang sedang menuju equilibrium (keseimbangan).
7. Belilah produk dalam negeri. itu akan menimbulkan multiple efek yang positif terhadap makro ekonomi kita. Kata ekonom, negara yang mempunyai sumber daya alam yang besarlah saat ini yang bisa survive.
Ayo..kita adalah bangsa yang diberi rahmat kekayaan alam. Pergunakan sebaiknya. belilah dari petani dan pedagang kita produk asli Indonesia. Jangan minder. Makanan semahal apapun jika sudah masuk perut dan keluar besok paginya, tidak akan berbeda, baik bau dan bentuk dengan produk makanan tradisional Indonesia.
Berikut daftar resesi dunia sebagai informasi anda :
Kepanikan 1797
Krisis ekonomi berlangsung selama 3 tahun dari 1797 hingga 1800. Akibat dari deflasi Bank of England yang menyebar hingga lautan Atlantik dan Amerika Utara dan menyebabkan hancurnya perdagangan dan pemasaran real estate di Amerika Serikat dan sekitar Karibia. Ekonomi Inggris terpengaruh akibat adanya pembalikan deflasi selama perang dengan Perancis saat terjadinya revolusi Perancis.
Depresi 1807
Depresi terjadi selama tujuh tahun sejak 1807 hingga 1814. Undang-undang embargo Amerika Serikat 1807 pada saat itu diluluskan oleh kongres Amerika saat presiden Thomas Jefferson memimpin. Hal ini menghancurkan industri yang terkait dengan pengapalan. Kaum federal berusaha melawan embargo ini dan berusaha melakukan penyelundupan di New England .
Kepanikan 1819
Krisis terjadi selama 5 tahun dari 1819 hingga 1824. Ini adalah krisis finansial pertama yang mempengaruhi keuangan Amerika Serikat secara besar-besaran, bank-bank berjatuhan, munculnya pengangguran, dan merosotnya pertanian dan industri manufaktur. Ini juga menandakan berakhirnya ekspansi ekonomi yang mengikuti Perang 1812.
Kepanikan 1837
Berlangsung antara 1837 hingga 1843. Ekonomi Amerika jatuh secara tajam disebabkan kegagalan bank dan kurangnya keyakinan pada uang kertas. Spekulasi pasar menyebabkan bank di Amerika berhenti bertransaksi dalam bentuk koin emas dan perak.
Kepanikan 1857
Terjadi selama tiga tahun hingga tahun 1860. Kejatuhan Perusahaan Asuransi Hidup dan Kepercayaan Ohio menimbulkan ledakan spekulasi di sektor transportasi Amerika Serikat. Lebih dari 5000 bisnis gagal kurang dari setahun sejak terjadinya kepanikan dan kaum pengangguran melakukan protes di kawasan urban.
Kepanikan 1873
Terjadi selama enam tahun disebabkan masalah ekonomi di Eropa mengakibatkan jatuhnya Jay Cooke & Company, bank terbesar di Amerika Serikat. Hal ini juga menimbulkan spekulasi terhadap perang saudara di Amerika. Undang-undang koin 1873 juga memberikan kontribusi dalam jatuhnya harga perak yang menghancurkan industri pertambangan Amerika Utara.
Depresi Berkepanjangan
Sesuai namanya, depresi ini menelan waktu 23 tahun sejak 1873 hingga 1896. Runtuhnya Bursa Efek Vienna menyebabkan depresi ekonomi yang menyebar ke seluruh dunia. Ini sangat penting dicatat dimana pada periode ini, produksi industri global meningkat pesat. Di Amerika Serikat misalnya, pertumbuhan produksi mencapai empat kali lipat.
Kepanikan 1893
Terjadi selama tiga tahun hingga 1896. Terjadi akibat kegagalan Reading Railroad Amerika Serikat dan penarikan investor Eropa terhadap pasar saham serta jatuhnya bank-bank.
Resesi Perang Dunia ITerjadi selama tiga tahun hingga 1921. Terjadinya hiper inflasi di Eropa menyebabkan kelebihan produksi besar-besaran di Amerika Utara.
Depresi Besar 1929
Depresi yang paling besar dan dikenang sepanjang sejarah. Terjadi selama 10 tahun sejak 1929 hingga 1939. Pasar saham di seluruh dunia saat itu berjatuhan dan bank-bank di Amerika Serikat mengalami kebangkrutan. Jutaan pengangguran bermunculan dan kemiskinan merajalela.
Resesi 1953
Terjadi selama satu tahun. Setelah periode inflasi perang Korea berakhir, banyak uang yang ditransferkan untuk keamanan nasional Amerika Serikat. Berubahnya kebijakan The Fed yang lebih membatasi tahun 1952 menyebabkan terjadinya inflasi yang lebih lanjut.
Krisis Minyak 1973
Terjadi selama dua tahun hingga 1975. Naiknya harga minyak yang ditetapkan oleh OPEC dan tingginya biaya yang dikeluarkan Amerika Serikat pada Perang Vietnam menyebabkan terjadinya stagflasi di Amerika Serikat.
Resesi Awal 1980
Terjadi di awal tahun 1980 selama dua tahun, revolusi Iran membuat melonjaknya harga minyak dan munculnya krisis energi 1979. Pergantian rezim di Iran menyebabkan menurunnya pasokan minyak sehingga harga minyak melambung. Ketatnya kebijakan moneter di Amerika Serikat untuk mengontrol inflasi menyebabkan terjadi resesi lainnya.
Resensi Awal 1990
Terjadi selama satu tahun dimana perdagangan produk industri dan manufaktur menurun.
Resesi Awal 2000
Terjadi selama dua tahun dari 2001 hingga 2003. Keruntuhan bisnis dot-com, serangan 11 September, dan skandal pembukuan menyebabkan krisis di sekitar Amerika Utara.
Depresi Ekonomi 2008
Depresi yang saat ini tengah melanda dunia. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya naiknya harga minyak yang menyebabkan naiknya harga makanan di seluruh dunia, krisis kredit dan bangkrutnya berbagai investor bank, meningkatnya pengangguran sehingga menyebabkan inflasi global. Bursa saham di beberapa negara terpaksa ditutup beberapa hari termasuk di Indonesia , harga-harga saham juga turut anjlok. Diperkirakan depresi ekonomi kali ini separah / lebih parah dari depresi besar ekonomi 1929.

Kamis, Oktober 09, 2008

Kaca Spion

Oleh Andi F. Noya
Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta . Tapi, suatu Hari Ada kerinduan Dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk Baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga Suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa Lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya Mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan Dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi Mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal Rasanya yang mengecewakan, tetapi Ada hal lain yang membuat saya gundah. Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu Mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib Yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya Merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana . Jika Masih Ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum Buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang Dan hati riang. Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak Gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna Hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan Sepiring tidak akan pernah puas. Kalau Ada uang lebih, saya pasti nambah Satu piring lagi.
Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya Bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa Dan Siapa Orang Indonesia . Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia. Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus Meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia Dan Metro TV.Sampai suatu Hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di Sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya Menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan Kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah Dan tidak lagi Menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu Hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya Mobil sendiri, Dan Punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi Sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya .. SejakKecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas Dan Menjadi trauma masa kecil saya. Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya Bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda Milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah Mobil. Kaca spion Mobil itu patah. Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer Saya tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya.
Sesampai di rumah Saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang Sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi Mobil, di Jalan Prapanca. Garasi Mobil itu oleh pemiliknya disulap Menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma Enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat Tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur diRuangan itu.
Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar. Rupanya sang pemilik Mobil datang. Dengan suara keras dia marah-marah Dan mengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan Mobilnya.Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras Dan tidak Bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca Spion mobilnya. Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang Senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar. Terutama bagi ibu yang Mengandalkan penghasilan dari menjahit baju.
Sebagai gambaran, ongkos Menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua Minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan Ada Tiga, tapi lebih sering cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit Itulah kami - ibu, dua kakak, Dan saya - harus bisa bertahan hidup Sebulan. Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap Akhir bulan sang pemilik Mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil Uang. Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan Uang untuk itu. Tetapi rasanya tidak Ada habis-habisnya. Setiap akhir Bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu Ketakutan. Di Mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah Artinya kaca spion Mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat Kondisi ibu Dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah Ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. Saya benci pemilik Mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci orang kaya.
Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya. Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya. Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari. Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan. Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah.
Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak punya hati nurani. Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat, saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti.
Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan.. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Cita rasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan, "Kamu berhak untuk itu.. Sebab kamu sudah bekerja keras."
Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak lagi sensisitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.
Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak. Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang. Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab.
Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh. Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi. Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok..Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion. Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung.
Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi. Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh. Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya. Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.
Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.

PUASA, "RETURN TO THE ORIGIN"

Oleh : Tuty Yosenda
-
Setiap puasa saya selalu mengenang Jean dan Garry, penganut ajaran Mormonisme, (lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Mormon) sebuah sekte Kristiani, yang saya kenal di tahun 2001. Pasangan dari Idaho-USA ini rajin puasa seminggu sekali. Selama puasa, sejumlah pengeluaran yang biasa digunakan untuk makan itu mereka sumbangkan untuk kegiatan bakti sosial di seluruh dunia. Kami berjumpa ketika mereka sedang bertugas mengalokasikan dana sekitar 6 milyar rupiah ke Indonesia, dana yang terkumpul dari ibadah puasa umat Mormon yang konon minoritas di negerinya, Amerika itu. "Mengapa memilih Indonesia?" tanya saya. "Tidak hanya Indonesia. Kami juga melakukan bakti sosial ke negara-negara lain. Bagi kami semua manusia sama, karena kita tinggal di planet yang sama," jawab Garry.
-
Bulan Ramadhan tahun berikutnya kami bertemu lagi. Dengan penuh hormat Jean menggenggam tangan saya dan berkata: "Alangkah hebatnya kalian, umat muslim, melakukan puasa selama 30 hari... Pasti banyak sekali dana yang bisa dibagikan pada orang yang kurang beruntung... "
-
Saya merasa sedikit malu mengenang sinar mata Jean ketika mengucapkan kekaguman yang salah alamat itu. Barangkali karena saya tidak pernah mempersoalkan ritual bulan puasa kita yang lucu. Misalnya: Kita memang tidak makan apa-apa sepanjang siang, tapi pengeluaran untuk makan selama bulan puasa malah lebih banyak dari biasanya. Ketika puasa baru berjalan setengah putaran, kita malah belanja lebih banyak lagi demi persiapan merayakan 'kemenangan' -yang belum tentu kita pahami di akhir puasa nanti. Jika sebelum puasa mungkin ada sedikit uang, pada akhir puasa tampaknya harus ada tekad besar untuk 'menambal galian lubang' di kocek kita, supaya bisa bikin lubang dengan tenang di bulan puasa tahun berikutnya. Dan itu masih belum apa-apa. Di daerah tapal kuda Jawa Timur dikenal istilah "telasan" yang berarti "habis-habisan belanja", yang dilakukan selama seminggu setelah puasa berakhir. Tampaknya memang begitu cara kita menjalani bulan puasa. ("Kita?", tanya seorang teman. "Elo aja kalee...")
-
"Tuhan sendiri yang merancang dan memerintahkan puasa, jadi mestinya puasa lebih dari sekedar menghilangkan atau menggeser jadwal makan siang", begitu kata teman saya lainnya. Puasa membuat tubuh belajar mengenali perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan memang bisa macam-macam sekali; maunya ada nasi soto, sate, lotek, atau burger. Padahal kebutuhan di baliknya ya cuma mengisi perut. Perhatian pada kebutuhan, bukan keinginan, akan membuat kita mengenali kembali kata 'cukup', kata yang sudah lama kita abaikan. Memahami kata 'cukup' justru akan membuat kita makan seperlunya, belanja seperlunya, beraktivitas seperlunya, dan ber-apa saja seperlunya....
-
Keinginan juga bisa membuat kita tidak merasa cukup dengan rasa asli makanan yang diolah sekedarnya. Kita terbiasa dengan ekstra garam, gula, dan zat tambahan lain, yang semua itu fungsinya hanya memperdaya lidah dan 'tombol lapar' kita, membuat kita terjebak dalam urusan perut. Kini terbukti bahwa kita merupakan generasi yang tubuhnya tak perlu dilemahkan oleh penyakit aneh-aneh dari luar. Gaya hidup kita saja sudah cukup untuk menyakiti diri kita sendiri. Beruntung ada bulan puasa, bulan yang bisa dimanfaatkan untuk mengenal kembali rasa asli makanan alami. "Setelah seharian menahan lapar, mestinya tidak sulit untuk merasa cukup dengan menyantap pisang tanpa zat tambahan sebagai makanan pembuka, sebagaimana Rasul menyantap buah kurma segar", begitu kata teman saya. (Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, bagaimana kalau puasa malah membuat kita menjadi 'pendendam' yang ingin menebus keterbatasan di siang hari dengan pelampiasan yang hebat di malam hari ?).
-
Tapi memang rasa cukup itu hal yang paling mewah di dunia. Konon kata para sufi, rasa cukup itu identik dengan merasa kaya, bahkan bisa menjadikan kita lebih kaya harta dari sebelumnya. (Tentu saja, karena rasa cukup ini membuat kita tidak perlu ganti HP, ganti mobil, atau ganti pacar tiap tahun kan? "Iya, tidak perlu tiap tahun. Cukup tiap 2-3 tahun", celetuk teman saya yang lain lagi.) Rasa cukup itu bahasa Inggrisnya 'contented' alias puas dan senang. "Enough is equal to a feast", kata pepatah bule. (Rasa cukup itu sepadan dengan kepuasan besar.) "He who knows not when he has enough is poor," kata pepatah Jepang. (Orang yang tidak tahu arti cukup adalah orang miskin.) Orang yang tidak merasa cukup akan menjadi ... p.e.r.u.s.a. k, kata seorang teman. Lho, kok bisa?
-
Rasa tidak cukup itu akan membuat kita sibuk menginginkan hal-hal yang tidak kita miliki, sehingga mengabaikan hal-hal yang kita miliki. Pengabaian itu membuat apa yang sebenarnya kita miliki itu 'memberontak' , menjauh, melemah, hingga menghilang. Ada perempuan yang sibuk memoles diri agar bisa secantik selebriti, hingga mereka lupa memberi dukungan pada pesona uniknya sendiri. Ada orang tua yang sibuk mengejar kekuasaan dan kekayaan materi, hingga melupakan investasinya yang paling berharga, yaitu kekayaan batin si buah hati.
-
Saatnya kembali ke titik awal, dimana makan dan belanja kita untuk pemenuhan kebutuhan, bukan pelampiasan nafsu. Cukup berarti menginginkan atas apa yang kita miliki.
-
Mudah-mudahan puasa dan ritme tubuh baru yang dibentuknya akan membuat kita menjadi diri yang baru di akhir puasa, tepatnya diri yang penuh rasa hormat terhadap asal-usul kita sendiri (jati diri).

Senin, September 01, 2008

Berbuka Bukan Dengan Yang Manis

Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat
"Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis," katanya.
Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata :
Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata :
Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.
Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan yang manis-manis? Tidak.
Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate). Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah sunnah Nabi. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa disunnahkan minum atau makan yang manis-manis. Sepanjang ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis. Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan.
Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa manisan kurma, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.
Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan? Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum.
Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan. Mari kita bicara indeks glikemika (glycemic index/GI) saja.
GlycemicIndex (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin. Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa?
Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka. Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak.
Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
So...bijaksanalah sobat, Wahyu Allah SWT kepada Rasulullah melalui Zat yang sangat kuat : Jibril, pastilah mengandung pelajaran...jadi jangan sampai salah persepsi...

Rabu, Agustus 20, 2008

Metamorfosis







Maaf untuk para model...

Senin, Agustus 04, 2008

Tentang Plastik

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?


#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat

Senin, Juli 28, 2008

Jawa Timuran II


DIUBER CELENG
Sore-sore mari mulih angon, Bunali pethuk ambek Brudin.
"Waras ta !! " jare Brudin ndhik Bunali.
"Waduh dino iki aku meh mati disruduk celeng " jare Bunali.
"Lho kok isok ngono, yok opo ceritone ?" jare Brudin.
"Mau awan iku aku pethuk celeng, terus tak garai, tak kileni ambek
pring dhadhak nguamuk. Aku diuber-uber katene disrudhuk, untunge iku celenge bolak-balik tibo kepleset, dhadhi aku sempet menek wit klopo". jare Bunali.
"Waduh cik sereme, lek aku sing ngalami wis pucet kepuyuh-puyuh gak karuan" jare Brudin.
"Lho, aku iyo ngono, kon pikir celenge kepleset opo ?"

DRAKULA
Onok drakula loro jenenge Kentus ambek Kentir
Arek loro iki wis sak wengi gentayangan golek mbun-mbunan gak oleh-oleh.
Wis meh katene isuk Kentir mbalik atik lambene abhang kabeh belepotan getih.
Ndhelok ngono, Kentus malih purik, "Waduh awakmu kok isok oleh getih akeh ?".
"Awakmu kepingin tah ?. Ayo melok aku !!! " jare Kentir.
Mari ngono arek loro iku miber bareng. Gak sui terus anjlok ndhik wuwungane bangunan.
"Awakmu kethok cagak gendero ndhik ngisor iku ?" takok Kentir.
"Yo kethok rek !! Sing cedhake pos satpam iku se ," jare kentus.
"Wah hebat awakmu . ." jare Kentir.
"Lho opoko masalae ? " takok Kentus.
"Soale aku mau gak kethok . ." jare Kentir.

ASMUNI
Bunali lagi kulak sandal nang pasar. Moro-moro onok arek marani Bunali.
"Lho sampeyan iki Asmuni Srimulat yo?" takok arek mau.
"Dhudhuk !. Ngawur ae.!!" jarene Bunali.
"Ojo mbujuki aku tah. Sampeyan mesti Asmuni!" jarene arek mau ngeyel. Bolak-balik Bunali egesno lek dheke dhudhuk Asmuni Srimulat, tapi arek mau tetep ae ngotot gak percoyo. Ndhik endhi ae Bunali ditututi ambek arek iku mau. Mergo mangkel, akhire Bunali ngiyakno, cik arek iku ndang ngalih.
"Yo wis tak akoni aku pancene Asmuni Srimulat!. Kate lapo kon !!"
"Tapi kok gak mirip blas yo?" jare arek mau ambek nginclik.

ASI
Yuk Jah lungo nang dokter anak ambek nggendhong bayek. Gak sui Yuk Jah diceluk mlebu, tibake doktere guanteng. Mari merikso bayeke, doktere takok nang Yuk Jah, "Ning, arek iki ngombe ASI opo susu botol ?"
"ASI pak dokter . . ." jare Yuk Jah.
"Wah lek ngono tulung aku prelu merikso susu sampeyan, " jare doktere. Yuk Jah nurut, klambine dibukak. Mari ngono ambek doktere diperikso alon-alon. Yuk Jah seneng ae, soale enak ambek doktere kan ganteng pisan. Wis mari merikso, doktere ngomong ngene,
"Waduh Ning, yo pantes bayek sampeyan kuru, wong sampeyan iku gak ndhuwe susu."
Jare Yuk Jah, "Dhudhuk aku sing nyusoni pak dokter ".
"Lha sopo maneh lho ? ." doktere bingung.
"Aku iki rewange . ."

WEDI KARO BOJO
Mari pegatan muntiyadi terus rujukan maneh karo romlah. Masalahe muntiyadi cinta pol karo romlah. Kapanane ndek kesatuanne muntiyadi, tentara diperintah baris. Tapi komandan njaluk barisanne dibagi loro. Barisan sing pertama tentara sing wedi karo bojone. Barisan sing kedua tentara sing gak wedi karo bojone. Pas komandan ngecek barisan.
Barisan sing pertama akeh pol.
Barisan sing kedua cuman siji yo muntiyadi
Komandanne takok nang muntiyadi : Opo'o peno kok gak wedi karo bojo.
"Lho aku iki ndek barisan kedua, dikongkon karo bojoku" Jare muntiyadi.

NOSTALGIA
Pas wayahe bulan purnama, Muntiyadi ngejak Romlah ngelencer nostalgia numpak bronpit. Mari ngono, arek loro iku tekan mburine pabrik paku.
"Dik, yok opo lek awake dhewe mbaleni lakon limang tau kepungkur pas pacaran biyen ?" jare Muntiyadi.
"Iyo cak, setuju." jare Romlah.
Mari ngono, Romlah dilungguhno ndhik pager wesi mburine pabrik paku iku. Terus ambek Muntiyadi, Romlah dijak indehoi koyok jamane pas pacaran biyen. Moro-moro, Romlah lunjak-lunjak ambek awake horeg kabeh. Ndelok bojone giras ngono, Muntiyadi tambah semuangat.
Wis oleh rong ronde, akhire arek loro iku nggeblak ceblok ndhik suket.
"Waduh dik, awakmu kok cik girase " jare Muntiyadi.
"Iyo cak, limang taun kepungkur, pager wesine gak onok setrume. ."

SEMONGKO
Bunali lagi pusing soale kebon semongkone ben bengi dijarahi wong, padahal lagi wayahe panen.
Wis diakali macem-macem sik pancet ae akeh sing ilang. Jarene wong sing nyolong iku Wonokairun, tapi Bunali gak wani nangkep. Akhire Bunali nemokno cara cik malinge kapok. Sore-sore sak durunge mulih, Bunali masang papan peringatan sing onok tulisane ngene, "Awas !!! Ati-ati lek arep nyolong. Salah siji semongkoku iki wis tak suntik racun"
Mari ngitung semongkone sing mateng, kabeh onok limolas, Bunali mulih. Sisuke Bunali nyambangi kebone maneh, pas di ijir semongkone sik pancet limolas.
"Wah tibake malinge gocik, tak bujuki ambek pengumuman ae wis wedhi " pikire Bunali.
Mari ngono Bunali ndhelok papan pengumumane ambruk, wah paling ketiup angin, pikire Bunali maneh. Pas diwalik, tibake papan pengumumane ditambahi tulisan ambek malinge,
"Awas !!! saiki onok loro".

WEDHUS
Bunali pethuk Wonokairun lagi angon wedhus.
"Mbah, waduh wedhus sampeyan akeh yo ?" jare Bunali
"Yo lumayan " jare si Mbah
"Pira kabehe, Mbah ?" takon Bunali maneh
"Sing putih opo sing ireng ?"
"Sing putih, wis"
"Selawe"'
"Wik, cik akehe. Lha sing ireng?'"
"Podho..." jare Wonokairun ambek ngarit suket. Bunali takon maneh.
"Mangan sukete yo akeh pisan, Mbah.."
"Yo.."
"Pirang kilo mangane sakdino ?"
"Sing putih opo sing ireng ?"
'Sing ireng, wis'
"Yo kiro-kiro limang kiloan"
"Lha sing putih?"
"Podho . . ."
Bunali bingung, laopo lek ditakoni kok kudu mbedakno sing putih tah ireng, wong jawabane yo podho ae.
"Mbah, opoko lek tak takoni perkara wedusmu, sampeyan mesti leren takon sing putih tah sing ireng barang. Padahal masiyo putih utawa ireng, jawabanmu podho terus. Sakjane ngono onok opo?"
"Ngene lho, sing putih iku wedusku..."
"Lha sing ireng ?"
"Podho . . ."
BAJAK LAUT
Muntiyadi pethuk ambek Gempil koncone sing dines ndhik angkatan darat. Tibake Gempil iku saiki sikile sing kiwo yo dingklang pisan, ambek tangane sing tengen tibake yo tughel digenti cathoke bakul beras. Sing luwih nemen maneh, motone gempil kari sing kiwo. Moto sing tengen wis cumplung ditutupi kain ireng malih koyok bajak laut.
"Lho Mun, sikilmu opoko ? " takok Gempil.
Mari ngono Muntiyadi cerito pengalamane kijolan sikile wong wedhok.
"Lha awakmu opoko kok mreteli pisan ?" Muntiyadi genti takok nang Gempil .
"Pas aku patroli nang Aceh, sikilku ngincak granat, langsung puthul. Pas iku onoke sikile sapi, berhubung aku gak gelem, akhire yo ngene sikilku dhadhi mek sithok".
"Waduh cik apese nasipmu, lha tanganmu opoko kok digenti cathoke beras ?" takok Muntiyadi maneh.
"Mari sikilku tughel iku mau, aku dirawat ndhik barak. Moro-moro barakku dibom ambek mungsuh, kenek tanganku, langsung tughel. Pas iku onoke cathoke beras, timbangane gak onok blas, akhire aku gelem. " jarene Gempil maneh.
"Wah kayal thok kon iku, lha motomu opoko kok cumplung pisan ? Kelilipen granat tah ?" takok Muntiyadi maneh.
"Oo iku seje ceritone. Enak-enak cangkruk nyeritakno pengalamanku iku mau, moro-moro onok manuk nembeleki mripatku ". jare Gempil.
"Wah kon iku tambah ngawur thok ae, lha mosok ditembeleki manuk isok motone cumplung". Muntiyadi mulai gak percoyo.
"Lho iku dhudhuk mergo tembelek manuk" jare Gempil.
"Lho opoko ?" takok Muntiyadi.
"Iku pas dino pertama aku nggawe cathok beras".

NUMPAK TAKSI
Muntiyadi mari mulih jogo kiro-kiro jam rolas bengi. Embong wis suepi, gak onok bemo sing lewat, ojek yo gak onok. Muntiyadi malih merinding disko opo maneh ketepakan saiki malem Jum'at kliwon. Mari ngenteni sui, akhire onok taksi liwat, waduh lumayan pikire. Mari mlebu taksi lungguh ndhik mburi, Muntiyadi terus ngandani supir taksine njaluk diterno mulih nang Wiyung. Mergo kekeselen, gak sui Muntiyadi langsung keturon pules. Pas enak-enak turu, Muntiyadi moro-moro keroso taksine kok tambah alon. Bareng didelok dhadhak supir taksine wis gak onok, tibake montore mlaku dhewe. Muntiyadi tambah gemeter pas ndhelok tibake taksine lagi ngeliwati kuburan. Mergo gak kuat nahan wedhi, Mutiyadi bengok-bengok ambek kepuyuh-puyuh
"Tolong !!. . .tolong !!".
Moro-moro seko jendelone taksi, onok endhase supir taksi njengongok. Muntiyadi tambah pucet gak karuan, tibake supir taksine ngomong ngene.
"Hee cak . .ojok turu ae . .Ewangono nyurung, montore mogok iki lho. ."

MERCON
Kentir pethuk ambek konco lawase sing jenenge Kentus. Pas ketemu arek loro iku podho kagete mergo Kentir ambek Kentus podho-podho sirae petal, raine gosong ambek untune yo podho bogange. Arek loro iku takok takokan opoko kok isok podho bocele. Kentir cerito lek raine rusak, sirae petal, ambek untune ngowos mergo melok nyemprot kobongan ambek mangap.
"Pas aku mangap dhadhak onok elpiji mbledhos" jare Kentir. Mari ngono Kentir takok nang Kentus opoko kok sirae petal.
"Mari teraweh aku nyumet mercon ambek rokok. Mari tak sumet, mercone tak sawatno wong dhodhol soto terus ndhelik ambek ngisep rokok. Dhadhak wonge ngerti, aku diuber terus sirahku digepuki pikulane soto" jare Kentus.
"Lha lek raimu opoko kok gosong" takok Kentir maneh.
"Mari sirahku waras, aku merconan maneh. Mari tak sumet ambek rokok, mercone tak sawatno wong dhodhol bakso terus dhelik maneh ambek ngisep rokok. Dhadhak aku ketemon maneh, aku diuber mari ngono diguyang dhudhuhe bakso" jare Kentus.
"Wok nemen kon iku, ngono yo gak kapok. Lha lek untumu opoko kok guwung kabeh ?" takok Kentir maneh.
"Oo lek iki seje ceritone. Pas katene nyumet mercon dhadhak onok arek pacaran liwat"
"Kapok kon, mulakno tah ojok seneng nginceng. Paling kon digibheng ambek sing lanang " jare Kentir kemeruh.
"Gak ngono ceritone . ." jare Kentus.
"Opoko lho . .?" takok Kentir.
"Aku lali . . . Rokokku sing tak sawatno. . ."

KEPITING
Romlah njaluk ditukokno kepiting gawe buko.
"Yo wis tak tukokno nang rolak" jare Muntiyadi.
"Lho gak numpak bronpit tah ?" takok Romlah.
"Gak wis, cik gak amis. Tak nyegat bemo ae" jare Muntiyadi. Mari ngono Muntiyadi budhal nyegat bemo. Dhadhak ndhik bemo Muntiyadi pethuk ambek bekas pacare biyen, jenenge Sablah.
"Lho cak Mun, kate nang endhi peno cak ?" takok Sablah.
"Kate nglencer golek angin . ." jare Muntiyadi.
"Sakjane aku kate kulak kain, tapi wurung ae wis, tak melok peno ae"
jare Sablah ngalem.
Mari ngono arek loro iku ngelencer nang musium Kapal Selam. Ndhik kono lak isis tah, dhadhi gak keroso moro-moro wis sore.
"Waduh blaen iki, aku kudhu mulih, wis yo ." jare Muntiyadi.
Mari pamitan, Muntiyadi mampir nang rolak tuku kepiting diadhai kresek. Mergo gopoh kabeh, pas katene mlebu pekarangan dhadhak kreseke jebol, kepitinge buyar kabeh. Ambek nggurak kepitinge, Muntiyadi bengok-bengok
"Ayo cepetan thithik . wis meh tekan iki "
Krungu bojone bengok-bengok, Romlah ambek muring-muring.
"Cak . .cak, cik guobloke se sampeyan iku. Lha mosok kepiting digiring padhakno bebek ae. Mulakno kok sui. . ."

WANITA BESI
Sutaji gupuh kabeh marani kantor pulisi katene lapuran.
"Waduh Pak Pulisi, aku sik tas ae dinunuti Margaret Tatcher " jare Sutaji.
"Sampeyan ojok macem-macem lek lapuran . " jare pulisine gak percoyo.
"Saestu Pak, asli aku gak mbujuk ". jare Sutaji.
"Lek ngono lapuran sing lengkap alon-alon. Sampeyan pethuk Margaret iku nang ndhi ?" takok pulisine.
"Ngene lho ceritone Pak. Pas aku ngirim barang arep mlebu tol Waru, moro-moro onok bule tuwek awe-awe njaluk nunut. Bareng wis munggah, aku kuaget tibake wong bule iku Margaret
Tatcher. " jare Sutaji.
"Lho kok sampeyan yakin lek iku asli Margaret Tatcher ?" takok Polisine.
"Aku yakine iku pas ngisi solar, dhe'e iku titip njaluk tukokno Mesran Super, jarene ngelak. Lha sisane iku ditetesno mripate, jarene mripate perih " jare Sutaji.
"Opoko ceritone kok dhe'e sampek isok nunut awakmu ?" takok pulisine maneh.
"Ceritone iku, dhe'e lagi melancong nang Suroboyo, lha pas sampek Demak dhadhak moro-moro dhe'e diuber-uber wong akeh, onok tukang rombeng, onok juragan besitua. Kabeh iku nggowok timbangan dhewe- dhewe kepingin ngiloni dhe'e. Mergo wedhi, akhire dhe'e mlayu mbalik nang hotel. Pas arep tekan hotel, dhadhak dhe'e pethuk ambek wong Timbang Badan. Begitu ndhelok timbangan, Margaret tambah pucet kewedhen, terus mlayu maneh sampek akhire pethukan ambek aku njaluk nunut. Pas tak takoni arep nang endhi, jarene sembarang pokoke sing aman. Akhire yo tak jak ngirim barang. Lha saiki iku aku arep lapuran ndhik sampeyan lek Margaret iku ngilang maneh. Aku wedhi lek disalahno." jare Sutaji.
"Lho kapan dhe'e ngilang maneh ? " takok pulisine.
"Pas praotoku tak enggokno jembatan timbang "

KETINGGALAN SEPUR
Mari nglaporno margaret thatcher sutaji oleh tugas maneh seko kaji Imron. Sutaji dikongkon ngeterno duwek rong juta gawe mbayar utange kaji Imron.
"Pak .....duwek rong juta iki dikekno sopo" ? Takok sutaji.
"nggone Pak Bunali ndek Semarang" jare Pak kaji
"sopo sing ngeterno aku nang terminal sepur" jare sutaji maneh
"Ojo kuatir ..... gempil karo sujak ngancani awakmu sampek stasion sepur" jare Pak Kaji.
Menene wong telu budal numpak sepur jurusan semarang.
"Sepure sek suwe rek .....ayok ngopi karo rokokan desek rek" jare sutaji
Akhire wong telu mau ngobrol karo guyon cekikikan ndek warung kopi. Saking asyike guyon wong telu mau gak ngerti lek sepure kate budal Pas suorone sepur muni banter teett...tetttt ... arek telu mau kuaget Mari mbayar kopi arek telu terus mblayu nututi sepur. Gempil karo sujak mblayune luwih cepet dadi sik isok mencolot mlebu nang sepur. Sutaji ketinggalan ndek mburi ... akhire gak nutut .. wis .. ketinggalan. Gak suwe sutaji terus ngguyu kuekel ..... ha ..ha ..ha ...
Wong sing ndelok ..sutaji ... ono sing sakno .. ono sing bingung ...
ono sing ngiro arek gendeng . Satpame ndelok sutaji koyok ngono gak mentolo .. dipikir saking sedihe terus dilampiasno ngguyu
"hei .. kon iku ketinggalan sepur kok malah ngguyu kekel opo' o? jare satpame .
Sing kate lungo iku sakjane aku .... Sing numpak sepur kok malah sing ngeterno aku ...

SPG
Sore-sore onok cewek SPG teko nawakno panci nang omahe Wonokairun.
"Kulo nuwun. " jare cewek iku ambek nyepot sandal.
"Oo monggo, monggo pinarak. "jare Wonokairun.
"Nuwun sewu pak, ibu wonten Pak ?" takok ceweke.
"Waduh bojoku gak ndhik omah ndhuk " jare Wonokairun.
"Yen ngoten, kulo ngerantos mawon " jare ceweke maneh.
"Lho monggo. Anggepen koyok omah dhewe ndhuk " jare Wonokairun ambek ngejak cewek iku mau mlebu ruang tamu. Mari ngono tamune ditinggal ngetren dhoro. Pas Wonokairun mulih, tibake cewek iku sing lungguh nang ruang tamu. Ketokane cewek iku wis kuesel ngenteni kudhu ngamuk ae.
"Ibu teng pundhi to Pak ?" takok cewek SPG iku.
"Bojoku lungo nang kuburan ndhuk" jare Wonokairun.
"Jam pinten mangke kondure ?" takok cewek iku maneh.
"Waduh gak weruh aku ndhuk. Wis onok limolas taun durung tau mulih "

NJEGUR
Onok juragan tambak jenenge Sablah ngadakno sayembara.
"Sopo ae sing wani njegur nang tambakku, bakal oleh hadiah Sepeda Montor." jare Sablah.
Akeh wong sing ngumpul ndhelok sayembarane, tapi gak onok sing wani njegur nang tambak. Masalae tambake isine dhudhuk iwak tapi boyo, nyambik, bajul lan sak panunggalane. Mergo gak onok sing wani njegur, hadiae digenti dhadhi montor kijang anyar. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur mergo merinding ndhelok boyone guedhe-guedhe mangap kabeh. Akhire ambek Sabalah hadiae ditambah maneh, montor kijang anyar ambek omah sak isine. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur. Mari sepi meneng kuabeh, moro-moro Muntiyadi njegur nang tambak. Penontone keplok-keplok kabeh ndhelok Muntiyadi gelut ambek boyo. Kiro-kiro wis sak jam, akhire Muntiyadi tampil sebagai pemenang. Cumak yo ngono, awake dhedhel kuabeh. Wis mari ambekan, Sablah marani arep nyerahno hadiae, tapi Muntiyadi nolak.
"Yo wis tak tambahi dhuwik limangatus juta" jare Sablah, tapi Muntiyadi tetep nolak.
"Tak tambahi mas-masan sak kilo" jare Sablah maneh, Muntiyadi tetep gak gelem.
"Wis ngene ae, awakmu njaluk opo ae, tak turuti" jare Sablah gak gelem kalah.
"Aku njaluk arek sing njungkrakno aku mau digowo rene" jare Muntiyadi.

NUMPAK TAKSI 2
Mari jogo bengi Muntiyadi mulih numpak taksi. Timbangane sepi, Muntiyadi njawil supir taksine kate ngejak ngobrol. Pas dijawil dhadhak supir taksine kuaget setengah mati. Saking kuagete, sikile langsung mancal gas, montore langsung mencelat katene nyosop warung. Untunge, supire sik sempet ngincak rem, gak sidho nubruk. Muntiyadi ambek supire podho pucete gak isok ambekan. Pas wis tenang, Muntiyadi njaluk sepuro ambek takon nang supire opoko dijawil ae kok kuaget.
Jare supire "Ngene lho cak, aku sik tas pertama kali iki nyupir taksi, lha sampeyan iku yo penumpangku sing pertama pisan."
Muntiyadi bingung "Lho mbiyen sampeyan kerjone opo, kok isok sampek kagetan koyok ngene ?"
"Aku mbiyen yo nyupir pisan" jare supir taksine.
"Supir praoto tah ?" takok Muntiyadi.
"Supir montor jenasah . ."

SEPULUH EWU
Wonokariun ngejak gendakane, jenenge Mbok Cempluk, perikso nang dokter Bunali.
"Opoko sampeyan iku mbah, wong awake ketok tahes kok athik perikso." takok dokter Bunali.
"Ngene lho dok, umurku iki wis 80 lha bojoku iki wis kewut pisan umure 75. Aku pingin takok opo sik oleh tah aku ambek bojoku iki main koyok manten anyar ?" takok Wonokairun ambek isin-isin.
"Lho lek sampeyan gak onok penyakit yo aman-aman ae. " jare doktere.
"Wah tepak lek ngono, cumak cik tambah mantep, tulung aku ambek bojoku diperikso. Lha terus mumpung ndhik kene, aku tak main ambek bojoku nang kamar praktek sampeyan. Tulung dipantau mbok menowo onok opo- opo." Jare Wonokairun.
Batine Bunali, sak umur-umur lagek iki ono pasien njaluk sing aneh koyok ngene. Tapi wong jenenge dokter akhire panjaluke Wonokairun dituruti, mari jantunge diperikso, wong loro iku main tutupan layar. Lha Bunali ngenteni jogo-jogo lek misale wong loro iku gak kuat terus jantungen. Mari oleh rong ronde, Wonokairun ambek Mbok Cempluk metu ngguya- ngguyu.
"Yok opo dok, aman ae tah?" takok Wonokairun.
Ambek Bunali jantunge wong loro iku diperikso maneh, tibake pancene sik kuat. "Wis mbah, sampeyan sehat wal afiat. Ojok khawatir."
"Suwun dok. Piro ongkose ?" takok Wonokairun.
"Sepuluh ewu ae, wong sampeyan iku asline sehat." Jare Bunali. Mari ngono arek loro iku pamitan mulih.
Seminggu maneh, wong loro iku teko maneh nang dokter Bunali. Persis koyok seminggu kepungkur, njaluk diperikso jantunge, mari ngono njaluk dipantau pas main. Bunali yo nuruti ae wong pancen tugase sebagai dokter. Mari oleh rong ronde, Wonokairun ambek Mbok Cempluk metu ngguya- ngguyu.
"Yok opo dok, aman ae tah?" takok Wonokairun.
Ambek Bunali jantunge wong loro iku diperikso maneh, tibake pancene sik kuat. "Lak wis tak kandani, sampeyan sehat wal afiat. Ojok khawatir."
"Suwun dok. Piro ongkose ?" takok Wonokairun.
"Sepuluh ewu ae, wong sampeyan iku asline sehat." Jare Bunali. Mari ngono arek loro iku pamitan mulih.
Seminggu maneh, wong loro iku teko maneh nang dokter Bunali. Persis koyok seminggu kepungkur, njaluk diperikso jantunge, mari ngono njaluk dipantau pas main. Bunali wis mulai ngersulo, tapi yo sik dituruti. Mari oleh rong ronde, Wonokairun ambek Mbok Cempluk metu ngguya- ngguyu. "Yok opo dok, aman ae tah?" takok Wonokairun.
Ambek Bunali jantunge wong loro iku diperikso maneh, tibake pancene sik kuat. "Koyok minggu wingi, sampeyan sehat wal afiat. Ojok khawatir."
"Suwun dok. Piro ongkose ?" takok Wonokairun.
"Sik tah mbah, aku katene takok. Sampeyan lak wis tak kandani lek sampeyan iku sehat, laopo bolak-balik teko rene ngongkon aku mentelengi sampeyan main. Masio elek, aku iki dokter rek !!, dhudhuk wasit smack down." Bunali mulai purik.
"Ngene lho dok, aku iki wis muteri sak Suroboyo, Mbenjeng, Balungbendo, Ndhiwek sampek Peterongan. Gak onok sewa kamar sing ngisore sepuluh ewu ."

PELABUHAN
Muntiyadi oleh tugas jogo nang pelabuhan Tanjung Perak mulai isuk sampek sore. Isuk-isuk kiro-kiro jam enem, Muntiyadi pethuk ambek Togog numpak sepeda gunung metu seko pelabuhan. Muntiyadi curiga soale, sepedane Togog digandoli glangsing guedhe loro kiwo tengen.
Isine pasti sabu-sabu, utowo putaw pikire Muntiyadi. Mergo curiga, Togog dicegat terus digeledah kuabeh mulai klambi, kathok sampek kampes.
Mari ngono isi glangsinge yo disuntek pisan, tibake isine mek pasir thok. Gak onok nakobar blas.
"Kon laopo sepedaan nang kene ?" takok Muntiyadi.
"Ngene lho pak, aku iki seneng olahraga nang pinggit laut, angine enak." jare Togog.
"Lho laopo sepedamu apik-apik athik kon gandholi pasir ?" takok Muntiyadi.
"Sepedaku iki enteng pak, cik rodhok abhot sithik yo tak gandholi pasir iki." jare Togog maneh.
Pikire Muntiyadi yo masuk akal penjelasane Togog iki. Mari KTPne diperikso, akhire Togog diculno. Sisuke, Muntiyadi pethuk Togog sepedaan maneh. Mergo sik curiga, Togog diperikso maneh koyok wingi. Akhire pancen gak onok opo-opo, isine glangsing cumak pasir thok, Togog terus diculno maneh. Kiro-kiro wis seminggu, Muntiyadi mulai bosen merikso Togog. Dhadhi lek pethuk ben isuk mek manthuk thok, laopo diperikso maneh wong mek pasir. Selama telung taun akhire ben isuk Muntiyadi pethuk ambek Togog numpak sepedaan. Arek loro iku malih dhadhi konco apik, kadang-kadang Togog ditraktir ngopi lek isuk. Mari ngono Muntiyadi dipindah tugase mbalik nang markas besar, gak tau pethuk ambek Togog maneh. Suatu hari, pas Muntiyadi mangan nang restoran, dhadhak pethuk Togog maneh. Tibake Togog iku sugih, montore sedan anyar. Bareng kethok onok Muntiyadi, genti Togog sing nraktir. Ambek mangan, arek loro iku ngobrol.
"Gog, terus terang ae sakjane aku iki sik curiga ambek awakmu. Aku yakin sakjane awakmu iki penyelundup, gak mungkin awakmu isok sugih koyok ngene. Saking ae aku gak isok nemokno barang bukti. Lha saiki aku wis gak jogo nang kono, wis tah awakmu ngaku ae ojok khawatir, selama telung taun wingi sakjane awakmu iku nyelundupno opo?." takok Muntiyadi penasaran.
"Sepeda . . ."

SAYANG ANAK
Muntiyadi oleh tugas penyerbuan nang sarange GAM. Repote, anake Muntiyadi sing jenenge Tole umure sik sepuluh taun gak gelem ditinggal njaluk melok. Mergo sayang anak, akhire Tole dijak pisan, mari mulih sekolah langsung melok numpak pesawat. Nang pesawat wis onok koncone Muntiyadi jenenge Togog ambek Gempil. Pas nang awang-awang, dhadhak mesin pesawate mbrebhet terus mati. Wong papat iku mau mulai pucet kepoyoh-poyoh royokan parasut. Lha masalae parasute iku mek telu, padahal wonge onok papat termasuk. Tole anake Muntiyadi. Mergo wedhi kedisikan, Togog langsung nyaut parasut terus terjun metu pesawat. Mari ngono Gempil gak gelem kalah, melok nyaut parasut terus terjun pisan. Muntiyadi terus rundingan ambek anake, sopo sing kudhu ngalah soale parasute kari sithok.
"Le anakku, parasut iki gawe awakmu ae, masa depanmu sik dhowo. Bapak mek titip salam gawe mbokmu yo Le."
"Pak, sampeyan wis gak usah mbrebes mili, ngisin-ngisini markas besar ae. Iki lho parasute sik onok loro. " jare Tole.
"Lho kok isok ngono, lak mau wis disaut Togog ambek Gempil ?" Muntiyadi heran.
"Sing disaut Om Togog iku mau tas sekolahku . . ."

LALI
Sore-sore Wonokairun nangis gerung-gerung ndhik pinggir embong ambek napuki sirahe. Gak sui Bunali liwat, begitu ndhelok onok wong tuwek nangis langsung mandhek nakoni.
"Mbah, laopo sampeyan nangis ndhik pinggir embong ?" takok Bunali.
"Aku ndhuwe bojo anyar ndhik omah, sik tas ae tak rabi, umure 20 taun, sik enom, ayu, semlohe. " jare Wonokairun ambek nangis.
"Lho lak enak se sampeyan, laopo kok nangis lho ?. " Bunali mulai bingung.
"Ngene lho cak, wis ayu, bojoku iku yo pinter masak. Opo ae kari njaluk, jangan asem, rawon, brengkes, sembarang sing enak-enak pokoke. " jare Wonokairun.
"Lha kurang opo maneh sampeyan Mbah. Ngono kok sik mewek ae. " Bunali tambah bingung.
"Mari ngono yo, bojoku iku setia pol ambek aku. Lek onok sing nggudho langsung dikandhakno aku. " jare Wonokairun maneh.
"Lek ngono ceritane, lha terus opoko sampeyan kok nangis gerung- gerung gak mari-mari ?" Bunali wis gak sabar meneh.
"Aku lali ndhik endhi omahku . . . ."

NDLAHOM
Muntiyadi bingung nggoleki bojone. Mari munyer-munyer sepedaan, akhire ketemu. Muntiyadi kuaget, tibake Romlah lagi ndhodhok ndhik tengah lapangan, waduh sempel wong iki pikire. Seko pinggir embong Muntiyadi mbengoki bojone.
"Ooooiii !!! Laopo kon ndhik kono dik" jare Muntiyadi ambek bengok-bengok.
"Lho sampeyan gak kethok tah, aku lagi numpak perahu nang tengah segoro" jare Romlah.
"Waduh dik, mulakno wong ngarani awakmu ndlahom, wong kelakuanmu pancene koyok ngono. Ayok ndhang mulih, ojok ngisin-ngisini aku" jare Muntiyadi emosi.
"Gak gelem aku cak, wong aku lagi enak-enak golek iwak " jare Romlah.
"Mulih tah gak !!!" jare Muntiyadi muntap.
"Gak gelem!! " jare Romlah.
"Tak gibheng lho yo !!!" jare Muntiyadi.
"Rinio lho lek wani !!" jare Romlah.
"Oo... saking ae aku gak isok renang"

SALESMAN
Kapanane onok Salesman Vaccum Cleaner teko ndhik omahku. Ewangku durung sempet ngomong opo-opo moro-moro salesman iku mau langsung nyebarno tembelek wedhus ndhik karpet. Jarene ngene ''Wis pokoke buk, lek sampek vaccum cleanerku iki gak isok nyedot, tak jamin tak emploke sithok-sithok tembeleke wedhus iku."
Jare ewangku "Peno kepingin didhulit sambel tha ngemploke ?".
"Lho opoko masalae ?'' salesmane takok.
"Lha peno gak ndhelok tha saiki lampu mati ..."

MBAH JO
Mbah Jo dirawat ndhik rumah sakit. Jare doktere asmane wis kronis, irunge sampek dipasangi selang. Wis pirang-pirang dino iki mbah Jo meneeng ae koyok wong koma, mripate thok sing ketap-ketip. Dikiro wis wayahe mangkat, anake nyelukno mudhin ben didungakno. Pas mudhine enak-enak ndungo, moro-moro Mbah Jo megap-megap gak isok ambekan, raine pucet, tangane gemeter. Nganggo bahasa isyarat mbah Jo nirokno wong nulis. Anake ngerti maksute, langsung dijupukno kertas ambek pulpen. Ambek megap-megap, mbah Jo nulis surat. Karo siso-siso tenogone mbah Jo ngekekno surate iku mau nang pak Mudhine. Ambek Pak Mudhine kertase iku mau langsung disaki, rasane kok gak tepak moco surat wasiat saiki, pikire pak Mudhin. Mari ngesaki surat pak Mudhin nerusno ndungone. Gak sui mari ngono mbah Jo mangkat. Akeh wong sing kelangan, soale masio sangar, mbah Jo iku wonge apikan.
Pas selametan pitung dinane Mbah Jo, Pak Mudhin diundang maneh. Mari mimpin ndungo, Pak Mudhin lagek iling lek dhe'e nganggo klambi batik sing digawe pas mbah Jo mangkat. Lha ndhik sake lak onok titipan surate Mbah Jo tah, waduh selamet iling aku rek, pikire pak Mudhin.
"Derek-derek sedoyo, onok surat seko almarhum Mbah Jo sing durung tak sampekno nang peno kabeh. Lek ndhelok mbah Jo pas uripe, isine mestine nasehat kanggo anak putune kabeh. Ayok diwoco bareng-bareng isi surate".
Mari ngono pak Mudhin ngerogoh surat ndhik sake, bareng diwoco tibake munine..
HE.. NGALIO DHIN !!! OJOK NGADHEK NDHIK SELANG OXIGENKU !!!

MINIMARKET
Wonokairun lagi blonjo ndhik minimarket cedhak omahe. Sing dituku tibake daging kalengan gawe pakane kucing. Pas katene mbayar, Wonokairun ditakoni kasire.
"Mbah, lek sampeyan katene tuku pakan kucing iki, sampeyan kudhu mbuktekno lek sampeyan iku ndhuwe kucing. Aku khawatir lek tibake pakan kucing iki sampeyan emplok dhewe. " jare Bunali, kasire.
Wonokairun gak protes, mulih diluk, mbalike nggendhong kucing dipamerno ndhik Bunali. "Iki kucingku " jare Wonokairun ambek mbayar daging kalengan gawe kucinge. Sisuke Wonokairun teko maneh ndhik minimarket, saiki tuku biskuit balung pakane asu. Pas katene mbayar, ditakoni maneh ambek Bunali.
"Mbah, sampeyan ndhuwe asu tah ?. Aku khawatir lek tibake pakan asu iki sampeyan emplok dhewe. " jare Bunali, kasire.
Wonokairun gak protes, mulih diluk, mbalike nuntun asu dipamerno ndhik Bunali. "Iki asuku " jare Wonokairun ambek mbayar biskuit balung gawe asune.
Sisuke Wonokairun teko maneh ndhik minimarket, saiki nenteng kardus bekase indomi sing pinggire dibolongi sak driji.
"Mbah, sampeyan katene tuku pakane ulo tah ? " jare Bunali.
"Iki isine dhudhuk ulo. Cobaken tanganmu lebokno kene lek pingin ngerasakno. Wis tah tak jamin gak bakal nyatek. " jare Wonokairun.
Pertama Bunali rodhok wedhi, tapi mari dibujuk Wonokairun akhire Bunali kendhel. Drijine dilebokno ndhik bolongane kerdus. Tibake njerone onok gembuk-gembuke. Pas drijine ditarik maneh, ambune malih gak whuenak. Bunali misuh-misuh gak karuan,
" Damput, ancene wong dhobhol, lha laopo aku sampeyan kongkon ndhemok tembelek."
"Saiki, oleh tah aku tuku tisu kamar mandi ? ".

Kamis, Juli 24, 2008

Gaji Papa Berapa?


Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama."Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
"Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia mungkin kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

Kisah Para Motivator Dunia

KISAH KERTAS LEKAT CATATAN " POST-IT "
Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat. Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya - 3M -telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi. Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu, ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang diedarkan oleh 3M adalah lebih dari US$100juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta setiap tahun.
KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER
Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts, Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut. Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata ''Abang sekarang tentunya punya waktu untuk menulis buku. '' Nathaniel Hawthorne mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.
KISAH UNITED PARCEL SERVICE
James E. Casey, penggagas UPS (United Parcel Service) terpaksa berhenti sekolah ketika berusia 11 tahun guna membantu keluarganya karena ayahnya tidak sehat. Pekerjaan pertama yang diperoleh adalah mengantar pembungkus ke sebuah gudang serba ada dengan gaji sebulan sebesar US$2,50. Selain itu,dia juga bekerja sebagai pengantar telegraf di perusahaan telegraf. Ketika beusia 15 tahun, James E.Casey dan 2 orang rekannya yang bekerja sebagai pengantar telegraf memulai usaha sendiri yang kemudian teryata menjadi berhasil. Dari pengantar berjalan kaki, naik sepeda, dan sepeda motor,ia berkembang menggunakan truk. Saat ini, United Parcel Service mempunyai lebih dari 340.00 karyawan di seluruh dunia dengan omset per tahun lebih dari US$22 milyar.
KISAH HOTEL HILTON
Conrad Nicholson Hilton - anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang dari Norway, seorang yang tekun berusaha tetapi telah mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong. Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit diperoleh. Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang dimasak oleh Nyonya Mary Hilton ( ibunya ). Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik di dunia.
KISAH KFC (KENTUCKY FRIED CHIKEN)
Kolonel Harland D. Sanders lahir pada tahun 1890 di sebuah ladang yang berdekatan dengan Hendryville, Indiana. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun. Itu menyebabkan ibunya harus bekerja sebagai tukang jahit baju sedangkan ia juga terpaksa menjaga adik - adiknya yang masih kecil. Pada saat itulah ibunya mengajarkan seni masakan daerah. Tidak berapa lama setelah ibunya kawin lagi, Harland D. Sanders yang pada saat itu berusia 12 tahun telah berhenti sekolah. Dia keluar rumah untuk mulai bekerja. Di antara pekerjaan awalnya termasuk bertani, penyelia pekerjaan landasan kereta api, kondektur, penjual asuransi, masinis,kapal uap, dan masih banyak lagi. Akhirnya, Harland D. Sanders membuka sebuah terminal layanan yang sukses di mana dia menyediakan masakan istimewa kepada para pelanggan - ayam goreng, semeja 6 orang. Nampaknya nasib malang merupakan teman setia Sanders. Pada tahun 1939, bisnisnya terpuruk dan nyaris bangkrut. Tanpa rasa putus asa, Sanders mendirikan sebuah restoran dan motel dengan gaya baru. Siapa pun yang ingin mengunakan telepon umum atau hendak ke toilet wanita harus melalui replika kamar motelnya yang terdapat di situ. Iklan ini sukses untuk mengembangkan bisnis motelnya. Ketika pendapatan yang di peroleh agak bagus, satu masalah lain muncul. Ada jalan raya baru yang membuat semua pelanggan lebih suka lewat jalan baru itu sehingga tidak melewati motelnya. Tingkat hunian motel mulai merosot, dan Sanders melelang semua bisnisnya. Namun hasil jualannya hanya cukup untuk membayar hutang yang ada. Meski Harland D. Sanders sudah berusia 66 tahun ketika itu, ia tidak mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dengan hidup dibawah tanggungan dinas sosial, Sanders berencana mencari segmen pasar baru yang sesuai. Satu-satunya harta paling bernilai yang dimilikinya adalah resep rahasia yang diberi nama "ayam goreng kentucky". Menjelang tahun 1956, Sanders telah berhasil meyakinkan belasan restoran guna memasak dan menjual ayam goreng Kentucky dan memberinya US 4 sen sebagai royalti untuk setiap potong ayam goreng yang terjual. Gembira dengan kesuksesan yang diperoleh, Sanders lalu memuati mobil pikap model 1946 miliknya dengan 50 resep ramuan bumbu dan sebuah periuk untuk ditawarkan kepada beberapa orang yang mau membeli waralaba resepnya. Menjelang tahun 1960, sebanyak 400 buah restoran di Amerika dan Kanada telah meyediakan ayam goreng Kentucky. Dalam waktu 4 tahun, jumlah tempat jualan ayam goreng Kentucky telah meningkat menjadi 650 restoran dengan omset penjualan per tahun bernilai US$37 juta. Saat ini terdapat hampir 10.000 restoran ayam goreng kentucky di seluruh dunia dengan lebih dari 200.000 karyawan dan omset penjualan per tahun lebih dari US$8.2 milyar...
SI BUDAK FRED DOUGLAS
Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan dirinya bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam. Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan membaca. Namun, tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran. Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts. Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepada District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih manapun. Apakah keadaan Anda lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?
KISAH MICHAEL FARADAY
Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Brittanica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan. Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana besar itu. Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti didepan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium dan membawanya ke ruang kuliah. Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan. Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah didepan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di jamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday

Selasa, Juli 22, 2008

The Life of Two Muslim Presidents


















Apa yang anda pikirkan?



Belajar Al-Qur'an via internet

Ingin lancar baca dan memahami Al-qur'an ?
akses ini http://quranexplorer.com/quran/

Kakbah Musyarafah Bangunan Pertama di Atas Muka Bumi

BAITULLAH (Rumah Allah), disebut juga Baitul Haram (Rumah Suci), Baitul Atiq (Rumah Kuno). Lebih terkenal dengan nama Kakbah. Sebuah bangunan berbentuk kubus, terbuat dari batu biru, terletak di tengah-tengah Masjidilharam. Panjang dinding muka dan belakang, 12 meter, kedua sisinya 10,1 meter dan tinggi 16 meter.
Posisi dinding Kakbah membujur ke barat laut, timur laut, barat daya, dan tenggara. Tujuannya, agar tidak menentang arah angin secara langsung. Tiap sudut Kakbah dinamakan sesuai dengan arahnya. Sudut utara disebut Rukun Iraki (menghadap ke Irak). Sudut barat Rukun Syami (menghadap ke Syam atau Suriah). Sudut selatan disebut Rukun Yamani (menghadap ke Yaman). Kecuali sudut timur yang dinamakan Rukun Aswadi, karena di sini terdapat Hajar Aswad. Pada bentangan dinding antara Rukun Aswadi dan Rukun Iraki, terdapat pintu Kakbah. Antara pintu Kakbah dan Hajar Aswad, terletak Multazam.
Umat Islam di Indonesia dan di negara-negara sebelah arah timur dari Mekah, dalam melaksanakan salat, menghadap persis ke pintu Kakbah dan Multazam itu. Antara Rukun Iraki dan Rukun Syami, terdapat Hijir Ismail. Ini ditandai dengan lengkungan tembok setinggi dada. Tembok melengkung itu disebut Hatim. Di atas Hijir Ismail, terdapat Mizab atau saluran air untuk mengalirkan air selama musim hujan agar tidak menggenangi atap Kakbah. Mizab atau saluran air itu kini terkenal dengan sebutan Talang Emas.
Baitullah itu merupakan sebentuk tempat yang dibangun pertama kali, di muka bumi untuk manusia beribadah kepada Allah SWT. Ini ditegaskan di dalam Alquran, S. Ali Imran: 96-97, "Susungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah ia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, bagi yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesunggunya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." Sejarawan Al-Azraky (wafat 250 H), yang termasyhur sebagai pakar kota Mekah, penulis buku Akhbar Makkah menyatakan, bahwa Bakkah atau Mekah adalah lokasi Baitullah.
Yang dimaksud maqam Ibrahim adalah bekas tapak kaki Nabi Ibrahim a.s. Tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri di atas batu, menyeru manusia untuk melakukan haji ke Baitullah. Jadi bukan maqam dalam arti kuburan (makam) berdasarkan pemahaman kita.
Kuburan Nabi Ibrahim a.s. berada di kota Al-Khalil (Hebron), Palestina, bersama makam istrinya (Sara), putranya (Nabi Ishak a.s.), cucunya (Nabi Yakub a.s.) berdampingan makam Laya (istri Yakub) dan Nabi Yusuf a.s. (putra Yakub).
Untuk menandakan peran dan fungsi Baitullah, Allah SWT. memerintahkan Nabi Adam a.s. beribadah di sana. Sementara itu, tanda-tanda keberadaan Baitullah dirintis oleh Nabi Ibrahim a.s. dan puteranya, Nabi Ismail a.s., berupa fondasi yang lebih tinggi daripada tanah sekelilingnya. Posisi Baitullah itu tepat berada di bawah Baitul Ma'mur, tempat tawaf para malaikat di areal Arasy. Seandainya Baitul Ma'mur runtuh, demikian Al-Azraky, puing-puingnya akan jatuh tegak lurus menimpa Baitullah. Melalui proses renovasi dan rehabilitasi dari generasi ke generasi, kini kita dapat melihat bentuk Baitullah dalam wujud lingkungan Masjidilharam. Kakbah merupakan pusat Baitullah. Ke sanalah kaum Muslim sedunia menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat.
Dalam sejarah Islam, semula Masjidil Aqsa di Yerusalem, menjadi kiblat umat Islam. Ketika Nabi Muhammad saw. salat di sebuah masjid di Madinah, turun ayat 144 Q. S. Al-Baqarah yang memerintahkan agar memalingkan wajah (berkiblat) ke Masjidilharam (Fawalli wajhaka sathral Masjidilharam). Di mana pun berada, palingkanlah mukamu ke arah itu (wa khaitsu ma kuntum fa wallu wujuhakum syatrahu). Berdasarkan beberapa hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw. bersama para sahabatnya di Madinah, melaksanakan salat dengan berkiblat ke Masjidil Aqsa selama enam belas bulan.
Masjid tempat Nabi saw. menerima wahyu perubahan kiblat dari Masjidil Aqsa di utara ke Masjidilharam di selatan, sekarang dinamakan Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat). Merupakan satu di antara dua masjid penting yang banyak diziarahi para jemaah haji selama tinggal di Madinah. Satu lagi adalah Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun ketika Nabi saw. datang hijrah di Madinah.
Peristiwa perubahan kiblat tersebut memang sangat didambakan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau sering menengadahkan wajah ke langit, memanjatkan doa agar turun wahyu yang memerintahkan menghadap ke Baitullah (Q.S. Al-Baqarah: 144).
Setelah terkabul, dan kaum Muslimin segera mengubah kiblat salat mereka, kaum Yahudi dan kaum munafikin Madinah bereaksi negatif. Mereka melakukan provokasi dan olok-olok, yang bertujuan menggoyahkan akidah umat Islam. Namun, turun ayat Alquran yang memperteguh hati dan jiwa kaum beriman, sekaligus membungkam omong kosong musuh-musuh Islam.
"Dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Rabbmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. Dan dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada alasan bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Dan agar kusempurnakan nikmat-Ku atasmu dan supaya kamu mendapat petunjuk." (Q.S. Al-Baqarah:149-150).
(H. Usep Romli H.M.)***
Sumber : http://www.geografiana.com/

Jumat, Juli 18, 2008

TIPS CARA MENGISI BENSIN


Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini :
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal. Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.
Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam kami memompakan/menyalurkan kurang lebih 4 juta liter. Satu hari solar, hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded. Kami di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas seluruhnya
16.800.000 liter.

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN.
Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli. Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.
Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi. Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN
Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.
So...bijaksanalah sobat...