Email : suhu@ymail.com ; suhu@rocketmail.com

Foto saya
Surabaya, East Java, Indonesia
Designer Database dan pecinta tehnologi yang Qur'ani

Selasa, Juni 17, 2008

10 Gangguan Syetan Dalam Shalat

Syetan memang tidak henti hentinya menggoda kita untuk berbuat baik. Bangun malam malas, sholat sunnah malas, ketika jum'atan tiba tiba ngantuk, dan setelah selesai jum'atan tidak ngantuk lagi. Mental selalu mengerjakan sesuatu di akhir waktu mungkin juga salah satu jebakan syetan.
Berikut beberapa gangguan yg sering terjadi ketika kita sholat. Mudah mudahan kita semakin waspada, terhadapnya :
1) WAS WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITAUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar" , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'. Ibnul Qayyim berkata, "Termasuk tipu daya syetan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam shalat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman
2) TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHALAT
Sahabat Rasulullah SAW yaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku salah dan rancu". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syetan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku" (HR. Muslim)
3) LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN
Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian shalat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam" (HR Bukhari dan Muslim)
4) HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI
Abu Hurairah r.a berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan adzan shalat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat" (HR Bukhari)
5) TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SHALAT
Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya". Tentu saja bila shalat dalam kondisi tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang shalat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena shalat yang telah ia kerjakan belum sah. Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "Apabila kamu shalat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah) , lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat shalatmu" (HR Bukhari dan Muslim)
6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkanny a. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat. "Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya, "Apa yang dilakukannya? " Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW" kata Ibnu Umar (HR Tirmidzi)
7) MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHALAT
Dengan sadar atau tidak, orang tersebut menengok ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak gampang dicuri oleh syetan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika shalat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syetan atas shalat seorang hamba" (HR Bukhari)
8) MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW bersabda, "Menguap ketika shalat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah sebisa mungkin" (HR Thabrani). Dalam riwayat la in Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... berarti syetan tertawa dalam mulutnya" (HR Bukhari dan Muslim)
9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SHALAT
Syetan ingin menggangu kekhusyu'an shalat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud, "Menguap dan bersin dalam shalat itu dari syetan" (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengomentari pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam shalat sedangkan bersin di luar shalat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin menggangu shalat seseorang dengan berbagai cara"
10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya" (HR Muslim)
Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syetan dalam shalat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syetan terkutuk.

Senin, Juni 16, 2008

Penemuan Sejarah...

Oleh: Hj. Irena Handono
Pada pertengahan abad 20, sekitar setengah abad yang lalu, terdapat dua penemuan arkeologi yang menggemparkan bagi dunia Kristen. Pertama, penemuan teks Injil Thomas di Nag Hamadi-Mesir pada tahun 1945. Dua tahun setelahnya, 1957, terjadi penemuan kedua berupa gulungan manuskrip di Qumran dekat Laut Mati, yang kemudian dikenal dengan Gulungan Laut Mati (the Dead Sea Scrolls).
Bagi sebagian orang, dua peristiwa besar ini -juga penemuan-penemuan arkeologis lain yang berkaitan-, terkadang disikapi sebagai peristiwa biasa yang menghiasi majalah dan koran-koran di Barat -di Indonesia informasi tentang hal ini amatlah jarang ditemukan-. Namun jika kita mengikuti perintah Allah dalam al-Qur'an agar kita selalu melihat dan merenungkan kejadian di dunia ini, maka dua penemuan itu menjadi hal yang sangat luar biasa, apalagi bagi para pengkaji agama, khususnya bagi mereka yang getol menyuarakan paham pluralisme agama. Sebab dua penemuan tersebut tidaklah berhenti sebatas penemuan arkeologi, namun berlanjut pada kajian-kajian yang berpengaruh terhadap mainstream kehidupan beragama bagi pemeluk agama tertentu (Kristiani) yang pada gilirannya mempengaruhi hubungan antar agama, khususnya pada kedekatan pemahaman teologis.
Penemuan di Nag Hamadi .
Desember 1945, Seorang Mesir bernama Muhammad Ali pergi ke sebuah karang di tepian sungai Nile, di pedalaman Mesir dekat wilayah Nag Hamadi. Menemukan Gentong (bejana dari tanah liat) yang nyata terlihat sangat kuno dan asli. Dalam gentong tersebut terdapat 13 lembar kulit, berisi 50 risalah. Pada bagian akhir dari risalah kedua di codex II koleksi risalah, terdapat sebuah judul teks yang telah hilang selama ribuan tahun : Peuaqqelion Pkata Thomas, Injil menurut Thomas, atau Injil Thomas.
Manuskrip Koptik berisikan Injil Thomas berasal dari tahun 350 masehi, sementara fragmen Yunani berasal dari tahun 200 M. Injil Thomas ini diperkirakan dari tahun 100 M, edisi paling awal diperkirakan dari tahun 50-60 M.2
Perlu diketahui bahwa Injil Thomas tidak berbentuk cerita naratif seperti 4 Injil lainnya, namun berisi perkataan-perkataan Yesus dan kalau dibaca oleh seorang Muslim tampak seperti penulisan Hadits -tapi tanpa sanad-. Melihat tingkat keaslian dari Injil Thomas -walaupun dianggap gnostik-, serta cara penyajiannya, para sarjana Bible mulai mengkaji dengan cara membandingkan isinya dengan 4 Injil sinoptik yang diakui oleh Gereja (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Semangat yang mereka bawa adalah, menjawab pertanyaan umum: "Apa sebenarnya yang disabdakan oleh Yesus?" Dari kajian 75 sarjana Bible terkemuka yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah hasil kajian mereka yang dikenal melalui laporan berjudul "The Five Gospel" pada tahun 1993.
Pertanyaan itu akhirnya terjawab dalam sebuah kesimpulan dalam laporan mereka bahwa, dari Injil-Injil yang ada, hanya terdapat 18% saja yang diperkirakan asli perkataan Yesus, sementara sisanya....?. Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia Kristen. Lain dari pada itu, satu hal yang patut dicatat bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, tidak satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin "penyaliban" atau penebusan dosa melalui kematian Yesus di tiang kayu salib.
Penemuan di Qumran
Penemuan kedua tahun, 1947 di Qumran, oleh seorang anak (penggembala kambing) bernama Muhammad Ad-Dib. Gulungan manuskrip yang ditemukan berisi tulisan kitab Perjanjian Lama, oleh sebuah komunitas yang diidentifikasi sebagai salah satu sekte Yahudi, yaitu sekte Esenes. Tulisan-tulisan mereka memberikan gambaran tentang masa-masa awal sejarah Kristen, keterkaitan gerakan Nazaren (pengikut Yesus dari Nazaret) dengan sekte Esenes, dalam komunitas ini terdapat seorang Nabi yang sezaman dengan Yesus yaitu Yahya AS, atau Yohanes Pembabtis-menurut tradisi Kristen-.
Penemuan arkeologi ini akhirnya mendorong sekian banyak pemerhati Kristologi untuk mengkaji naskah-naskah tersebut. Beragam kajian dari masing-masing peneliti mulai bermunculan, baik para peneliti Barat maupun Timur, salah satunya adalah peneliti dari Mesir. Salah satu kesimpulannya bahwa sekte Esenes berkaitan erat dengan masa awal sejarah Kristen. Ia bahkan memprediksi bahwa "Guru bijak" yang diceritakan berseberangan dengan "Pendeta jahat" dalam Naskah Gulungan Laut Mati, adalah Yesus-itu sendiri.
Hal ini ia perkuat dengan kajian terhadap nama Isaiyah yang tertulis sebagai nama kelompok tersebut, sebenarnya adalah Esenes. Kajian-kajian tentang the Dead Sea Scrolls amatlah banyak, diantaranya yang membuat geger dunia Kristen adalah laporan Barbara Theiring, dalam bukunya "Jesus the Man". Dari penelitiannya selama 20 tahun terhadap naskah Laut Mati, Barbara Theiring mampu menyuguhkan sosok Yesus sebagai seorang manusia, yang menikah (bahkan berpoligami), juga meninggal secara wajar dan bukan ditiang salib.
Secara umum, kajian terhadap Naskah Laut Mati, lebih menempatkan Yesus sebagai sosok manusia yang pernah ada dalam sejarah, dan bukan sosok imajiner yang kemudian di mitoskan dan disembah. Setidaknya, inilah inti terpenting dari hasil kajian Naskah Laut Mati. Membaca kejadian alam dari dua penemuan besar seperti yang kami paparkan secara singkat di atas, mungkin kita bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang berlangsung disekeliling kita? Dan pertanyaan ini berkaitan erat dengan pertanyaan: Kenapa setelah 2000 tahun, naskah-naskah itu baru ditemukan? Apakah penemuan itu berkaitan dengan dengan janji Allah dalam al-Qur'an, seperti terjemah dari dua ayat di bawah ini :
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu arlalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? " (QS Fushilat 53)
"Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." (QS .Al-Maidah 75).
Bagi umat Kristiani yang mungkin tidak meyakini kebenaran al-Qur'an, terdapat dalam Injil Thomas satu pernyataan Yesus sebagai berikut :
Jesus said, "Know what is in front of your face, and what is hidden from you will be disclosed to you. For there is nothing hidden that will not be revealed.
Jesus mengatakan, "Ketahuilah, apa yang ada dihadapanmu, dan apa yang tersembunyi darimu akan dibuka untukmu. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi kecuali akan dijelaskan. Thome 5:23
Makna dari pernyataan Yesus/Isa As, di atas juga sejalan dengan yang ada pada Injil Lukas 12:2, Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yanq tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yanq tersembunyi yanq tidak akan diketahui. Juga pada Markus 4:22.
Tanpa berani memastikan bahwa penemuan tersebut merupakan bukti dari janji Allah, namun sebagai seorang Muslim yang diajari al-Qur'an untuk mengkaji segala yang terjadi, kita patut meneliti dan mencari hikmah apa dibalik penemuan dari benda-benda yang sudah terkubur selama ± 2000 tahun. Jika kita melihat perkembangan sains dan tehnologi masa kini, di mana rasionalitas ditempatkan di urutan pertama oleh dunia barat yang telah lelah dengan keimanan kepada dogma Gereja maka penelitian arkeologis dapat sepenuhnya dilakukan tanpa direcoki oleh Gereja, seperti yang pernah dilakukan terhadap Galileo pada masa dulu.
Apalagi bahwa penelitian arkeologi pada masa kini dilengkapi dengan ilmu ilmu lain yang berbasis teknologi tinggi, seperti analisa DNA, carbon dating (untuk mengetahui masa per menit dari sampel yang dikaji), Satelit (untuk melihat outline dari daerah lokasi penemuan), serta tes kimia.
Adalah hikmah dari yang Maha Mengetahui, jika penemuan itu terjadi pada masa sekarang, masa dimana manusia telah siap menerima penyingkapan tabir baik secara mental (obyektifitas berdasarkan sains dan bukan kepentingan kelompok agama) serta kemampuan manusia dalam memahami penyingkapan tersebut berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Sebab, -mungkin- jika ditemukan pada masa-masa dulu, "kepentingan" dan "ketidakmampuan"-lah yang berbicara, maka manuskrip-manuskrip itu hanya tersimpan dan mungkin tidak akan diketahui oleh umum, atau hilang lagi entah kemana.
Hal yang sama telah terjadi pada Injil Barnabas yang oleh kalangan Gereja dianggap sebagai hasil bikinan seorang Muslim di Itali, sehingga kita tidak tahu apakah Injil Barnabas tersebut asli atau bukan, ia menjadi kurang bermakna -bisa disebut hilang- karena kehilangan otentisitasnya.
Namun demikian, proses pengkajian Gulungan Laut Mati oleh para peneliti dari satu institusi agama dan pemerintah tertentu, telah menodai semangat keilmiahan sebagaimana yang diharapkan oleh para pemerhati. Namun yang sedikit itupun telah mampu membawa perubahan. Hikmah bagi kaum Muslim dalam pergaulan antar agama, terkait isu pluralisme agama yang dihembuskan oleh Barat dan diimani oleh dunia Islam, umat muslim hendaklah mampu melihat dirinya berdasarkan hal-hal yang terjadi, serta kecenderungan pada agama-agama lain yang sedang berkembang dewasa ini.
Berkaitan dengan dunia Kristen, penemuan dua buah naskah sebagaimana yang kita bahas di atas, telah membawa dunia Kristen pada pengakuan akan adanya satu sesembahan saja. Artinya, penemuan yanq memperkuat kedudukan Yesus sebagai seorang manusia biasa -seperti nabi dan rasul-rasul yang lainnya-, akan mengeluarkan Yesus dari jajaran Trinitas yang diajarkan sebagai dogma oleh Gereja. Entah apa lagi yang akan terjadi sehingga Roh Kudus pun akan ditempatkan pada posisi yang sebenarnya, sebagai Malaikat. Kalaupun hal ini belum bersifat final, namun kajian kristologi sedang mengarah ke titik ini.
Tanpa campur tangan kaum muslim pun, kedewasaan rasional manusia akan membawa kepada keyakinan terhadap adanya satu Tuhan saja yang patut disembah dan tidak terbagi-bagi dalam beberapa pribadi, seperti yang diserukan oleh otoritas Kristen. Saya katakan "otoritas", sebab kenyataanya tidak semua umat kristiani memahami doktrin trinitas, para pendetanya pun kebanyakan menerimanya sebagai dogma dengan mengorbankan segala rasio yang dimilikinya.
Kini dengan isu pluralisme beragama, umat muslim dengan riang menyatakan bahwa teologi gereja yang tidak mampu ditembus rasio, dinyatakan benar dan sama monoteisnya dengan keyakinan umat Muslim. Ada baiknya, mereka yang menyamakan teologi Islam dan Kristen mengkaji lagi makna monoteisme menurut tradisi dan kaca mata gereja, bukan dengan kacamata kita sendiri, maka kita akan tahu perbedaannya, apa makna monoteisme menurut Kristen dan apa maknanya menurut umat Islam.
Kecenderungan di dalam komunitas Barat kepada keyakinan akan adanya satu Tuhan saja, sebagai satu-satunya sesembahan, sebenarnya sejalan denqan seruan al-Qur'an dalam kerangka pergaulan antar agama, yaitu :
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) ".(Ali Imran 64).
Maka, menurut hemat kami, umat muslim tidak perlu menyamakan teologinya dengan yang lain, cukup menyeru kepada mereka, satu seruan yang bersifat universal dan sesuai fitrah manusia sebagai makhluk, untuk kembali kepada satu-satunya Pencipta manusia dan alam sekitarnya. Sedang soal ritual dan masalah fikih, maka yang berlaku adalah "lakum diinukum waliyadiin", bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Kudus, 26 Sept 2004.
H j. Irena Handono.
Kata pengantar untuk buku : Misteri Naskah Laut Mati

Rabu, Juni 11, 2008

Just For Fun...

1. Penyanyi dunia asal Aceh yang tewas bunuh diri? Cut Cobain.
2. Dua artis yang sangat tinggi? Lulu Tebing dan Jeremy Monas.
3. Ayam terbesar adalah? Ayam semesta.
4. Bakso yang wangi? Baksona Roll On Deodorant.
5. Bangsawan Inggris yang terkenal dengan acara lawaknya di TV? Sir-Mulat.
6. Fisikawan terkenal dari Batak? Sir Isaac Nasution.
7. Bebek yang terkenal? Bebekstreet Boys.
8. Bola yang disukai anak kecil? Bolaemon.
9. Buah yang bikin bingung? Strawberry (bingung, kan?).
10. Setelah bulan yang ada sekarang ini, kelak ada bulan apalagi? Bulan depan.
11. Apa itu cemilan? Cebelum cepuluh, cecudah celapan.
12. Emping yang khusus buat UMPTN? Emping-sil 2B.
13. Mengapa dalang membawa keris ketika pertunjukan wayang? Sebab kalau bawa kompor, istrinya gak masak.
14. Daun yang lucu? Dauno, Kasino, Indro.
15. Error yang bisa nyanyi? Error smith.
16. Es yang bikin panas dingin dan pusing-pusing? Essai.
17. Gajah apa yang belalainya pendek? Gajah pesek.
18. Kenapa babi bau? Karena keteknya ada 4.
19. Kenapa Superman nggak kawin ama Wonder Woman? Ya nggak jodoh.
20. Rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, kalo rambut hijau namanya apa? Rambutan belum mateng.
21. Kenapa jubah Superman warnanya merah? Soalnya yang item lagi dipinjem Batman.
22. Kopi apa yang bisa menggigit? Kopiting.
23. Bulu apa yang warnanya kuning semua? Bulubend.
24. Bisnis apa yang terkenal di Amerika dan seluruh dunia? Bisnis Spears.
25. Daun apa yang nggak bisa dipegang? Daun touch me!
26. Kenapa meja bagian bawahnya selalu kasar, tidak sehalus bagian atasnya? Karena bagian bawah meja banyak upil yang udah kering.
27. Sambel apa yang ada di pinggir jalan? Sambel Ban.
28. Apa bahasa Cinanya sepi? Zun yi Zen yap.
29. Kenapa anjing laut berkumis? Karena mo nakutin kucing laut.
30. Daun apa yang paling keras dan sakit? Smack daun.
31. Apa bahasa Arabnya diam di tempat? Ta'kabur.
32. Kenapa Superman bisa terbang? Kalau bisa nyopir namanya bukan Superman, tapi sopir..man..!!
33. Putih, kecil, tapi kalo dipukul ngebangunin orang sekampung? Nasi nempel di bedug.
34. Kenapa anak kucing dan anak anjing suka berantem? Namanya juga anak-anak!!
35. Dikocok, tegang. Pas keluar jerit senang? Ibu-ibu undian arisan.
36. Siapa nama kecilnya Jendral Sudirman? Sudirboy.
37. Negara apa yang paling banyak muncul dalam peribahasa? Swedia, dalam peribahasa Swedia payung sebelum hujan.
38. Orang apa kalau dipukul gak sakit-sakit? Orang gak kena, yeeeeeeeeee!
39. Jus apa yang turun dari langit? Justru itu saya ngga tau.
40. Bagaimana suara kucing kalo jalannya mundur? gnooooem
41. Kenapa Superman pake baju S? Sebab kalo pake L ato XL ntar kebesaran.
42. Apa beda Superman dengan Ultraman? Kalo Ultraman persnelingnya otomatis, jadi kalo terbang 2 tangan ke depan. Sedangkan Superman persnelingnya manual, sehingga terbangnya musti ditekuk tangan kirinya.
43. Kata dokter wortel gak baik buat mata lo. Kok bisa yah? Kalo ditusukin ke mata tau...
44. Apa persamaannya orang hamil sama pisang goreng gosong? Sama-sama telat diangkat...
45. Kenapa yang bikin Yamaha orang Jepang? Sebab kalo orang Arab bikinnya arabian oil...
46. Bis apa yang ada di pohon? Bisa monyet, bisa daun, bisa juga anda..
47. Gajah apa yang ada deket tempat sampah? Gajahlah kebersihan.
48. Otak yang lebih gede dari kepalanya? O tak mungkin...

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid.
Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbasada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita".
Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya".
Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan : "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu".
Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anakyang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah.
Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.
Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia. Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.
Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yangsoleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah. Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.
Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaanakhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah.Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah. Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.
Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh sayapun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya :"Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,
disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana

Judul Lagu versi Bahasa Jawa

* All out of love (Air Supply): Katresnan sak pol'e
* Goodbye (Air Supply): Lilanana pamit mulih
* Lost in love (Air Supply): Katresnan kebablasan
* Making love out of nothing at all (Air Supply): Nge****k gratisan
* Grease (Bee Gees): Kinclong
* How deep is your love (Bee Gees): Duwekmu kok jero 'men
* I started a joke (Bee Gees): Wiwit mbanyol
* In the morning (Bee Gees): Esuk uthuk-uthuk
* Saturday night fever (Bee Gees): Meriang ning nekat ngapel
* Stayin' alive (Bee Gees): Dawa umur
* Words (Bee Gees): Nggedebus
* Highway star (Deep Purple): Jago trek-trek'an
* Smoke on the water (Deep Purple): Umob (album 'Nggodog Wedang')
* Soldier of fortune (Deep Purple): Bejo dadi serdadu
* Mama (Genesis): Mbok'e Genesis
* Another day in paradise (Phill Collins): Suk'mben ing swarga
* Againts all odds (Phill Collins): Genep (gak ganjil)
* All night long (Lionel Richie): Lek-lek'an/wayangan ngebyar
* Still (Lionel Richie): Isih (durung entek)
* Stuck on you (Lionel Richie): Kecanthol mbek awakmu
* Truly (Lionel Richie): Tenan'e!!!
* Frozen (Madonna): Njendel (album 'Lengo klentik mangsa mbedhidhing"')
* Like a virgin (Madonna): Kaya sik prawan ae...
* Don't cry for me, Argentina (Madonna): Aja nangis cah Sragen...
* Billy Jean (Michael Jackson): Tuku katok Levis
* Black white (Michael Jackson): Ireng putih (album 'Seragam sinoman')
* Killing me softly (Roberta Flack): Di-ithik-ithik sak-modar-e
* Release me (Engelbert Humperdinck): Cul'na aku
* My way (Frank Sinatra): Sak-karepku (album 'Ndableg')
* I don't like to sleep alone (Paul Anka): Kelonono aku
* Don't Sleep Away This Night My Baby (Paul S): Ojo Turu Dhisik (aku durung ngantuk)
* Fragile (Sting): Grabah Kasongan
* Internal Flame (Blangged): Kobongan (soko album: Kompor Nggebros)
* Hands clean (Alanis Morissette): Wesuh

Kodok atau Kuda

Kodok Kuda

Kebanggaan Seorang Ibu

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.

" Wah..... hebat sekali putra ibu, "pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

" Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya
Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ?"

"Oh ya tentu..." si Ibu bercerita :
"Anak saya yang ketiga seorang Dokter di Malang,
yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta,
yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Purwokerto,
yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.""

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

" terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
"Anak saya yang pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya, dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ?"

Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

" Ooo ...tidak tidak begitu nak...."

"Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dari hasil bertanilah, dia yang membiayai sekolah semua adik-adiknya"

Kamis, Juni 05, 2008

Bersihkah Otak Anda?


Imajinasi apa yang anda tangkap dari gambar diatas?
Kalau anda menjawab : sepasang yang sedang intim...
Maka perspektif pikiran anda memiliki tingkat pemahaman yang sangat rendah.
Menariknya, anak-anak yang disodori gambar ini tidak dapat memberikan penjelasan apapun selain mengatakan :
ada gambar 9 (SEMBILAN) EKOR LUMBA-LUMBA...

Membangun Cyber Village

Salah satu impian terbaik saya adalah membangun apa yang disebut cyber village yaitu menggabungkan komunitas warga sekitar tempat tinggal kita dalam suatu jaringan internet. Mungkin kita lebih mengenal dengan nama RT RW net (HOT SPOT). Beberapa kawan pernah bertanya mengenai peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah RT RW Net. Untuk membangun RT RW Net secara sederhana yang harus anda siapkan pertama adalah koneksi internet Unlimited yang akan dijadikan sebagai backbone pemancar Wireless LAN atau RT RW Net anda.
Dan peralatan pendukungnya antara lain :
1. Access Point

Fungsi Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.
2. Antena ( Omni atau sectoral )

Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.
3. Box Access Point

Untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini harus diletakkan persis di bawah antena.
4. Kabel Pigtail/ Kabel Jumper

Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.
5. POE (Power Over Ethernet)

Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
6. Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)

Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian (grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.
8. Tower

Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.

Kamis, Mei 29, 2008

Akhir Hidup Seperti Apa Yang Kita Pilih?

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih:“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya.” (HR. Bukhari dan selainnya) Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Ta’ala: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS.Ali Imran:102)
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam shahih-nya, dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash radhiallahu anhu, dia mengatakan :“Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: ‘Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya,’ kemudian beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berdoa:’Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatan-Mu.’”
Itulah pentingnya keadaan ujung usia. Sementara itu, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupan ini, tergantung amal perbuatan pada masa lampau. Barangsiapa yang berbuat baik di saat waktu dan usianya memungkinkan, maka insya Allah akhir hidupnya baik. Dan jika sebaliknya, maka sudah tentu kejelekan yang akan menimpanya. Allah tidak akan pernah mendzaliminya, meskipun sedikit. Mengingat pentingnya masalah ini dan keharusan memperhatikannya, maka dengan memohon kepada Allah, tulisan ini kami angkat untuk menjadi pengingat kita semua.
HUSNUL KHATIMAH
Husnul Khatimah adalah akhir yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia di beri taufik untuk menjauhi semua yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah Ta’ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini.
Dalil menunjukkan makna ini yaitu hadits shahih dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya, “bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab, “Allah akan memberikannya taufik untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak)
Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui orang lain. Tanda husnul khatimah, yang hanya di ketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya khabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Allah sebagai anugerah-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):’Janganlah kamu merasa takut dan jenganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30)
Khabar gembira ini diberikan saat sakaratul maut, dalam kubur dan ketika dibangkitkan dari kubur. Sebagai dalilnya, yaitu sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam :“Barangsiapa yang suka bertemu Allah, maka Allah pun suka untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun benci untuk bertemu dengannya”. ‘Aisyah bertanya, “Wahai Nabi Allah! Apakah (yang dimaksud) adalah benci kematian? kita semua benci kematian?” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab, “Bukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila diberi khabar gembira tentang rahmat dan ridha Allah serta Syurga-Nya, maka ia akan suka bertemu Allah. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila diberi kabar tentang adzab Allah dan kemurkaan-Nya, maka ia akan benci untuk bertemu Allah dan Allah pun membenci bertemu dengannya.”
Mengenai makna hadits ini, al Imam al Khatthabi mengatakan: “Maksud dari kecintaan hamba untuk bertemu Allah, yaitu ia lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. Kerananya, ia tidak senang tinggal terus menerus di dunia, bahkan siap meninggalkannya. Sedangkan makna kebencian adalah sebaliknya.”
Imam Nawawi berkata, ”Secara syari’at, kecintaan dan kebencian yang diperhitungkan adalah, saat sakaratul maut, saat taubat tidak diterima lagi. Ketika itu, semuanya diperlihatkan bagi yang sedang nazak (proses pengambilan nyawa), dan akan nampak baginya tempat kembalinya.”
TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH
Tanda-tanda husnul khatimah banyak yang telah disimpulkan oleh para ulama dengan penelitian terhadap nash-nash yang terkait. Di sini kami bawakan sebahagian tanda-tanda tersebut, di antaranya:
  1. Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal. Dalilnya adalah hadits riwayat al Hakim dan selainnya, bahwasanya Rasululah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallaah, maka ia masuk syurga.”
  2. Meninggal dengan kening berkeringat. Berdasarkan hadits riwayat Buraidah bin al Hashib radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.”
  3. Meninggal pada malam Jum’at atau siangnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)
  4. Mati syahid di medan jihad di jalan Allah, atau mati saat menempuh perjalanan untuk peperangan di jalan Allah, mati karena tertimpa sakit tha’un (pes), atau mati karena tenggelam. Dalilnya adalah hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, bahwasanya beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau SAW menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati dijalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit tha’un, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang mati tenggelam adalah syahid.”
  5. Mati karena tertimpa reruntuhan. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:“Orang yang mati syahid ada lima (yaitu) : orang yang mati kerkena penyakit tha’un, sakit perut, orang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang shahid di jalan Allah.”
  6. Tanda husnul khatimah, yang khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil. Dalilnya, hadits riwayat Imam Ahmad dan selainnya, dengan sanad yang shahih dari ‘Ubadah bin ash Shamit radhiallah anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyebutkan beberapa syhada’, diantaranya:“Dan wanita yang dibunuh anaknya (kerana melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Syurga.”
  7. Meninggal kerana terbakar dan radang selaput dada. Sebagai dalilnya, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah menyebutkan macam-macam orang yang mati syahid, termasuk orang yang mati terbakar. Demikian pula orang yang meninggal lantaran menderita radang sselaput dada, yaitu bengkak yang meradang, nampak pada selaput yang ada di bagian dalam tulang-tulang rusuk. Adapun haditsnya diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya.
  8. Di antara dalil yang menjelaskan jenis kematian syahid yang lain adalah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan an Nasaa-i dan selain keduanya, bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid.”
  9. Meninggal kerana sedang ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah Ta’ala. Berdasarkan hadits riwayat Muslim dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa beliau bersabda :“Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.”
  10. Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illallah kerana mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk syurga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri denganya, maka ia masuk syurga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk syurga.” (HR. Imam Ahmad dan selainnya)

Demikian beberapa tanda husnul khatimah yang telah disimpulkan darin berbagai nash. Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani mengingatkan hal itu di dalam kitab beliau, Ahkamul Janaiz. Akan tetapi, ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa terlihatnya salah satu di antara tanda-tanda itu pada satu jenazah, bukan berarti dia pasti menjadi penduduk Syurga. Namun diharapkan, itu sebagai petanda baik baginya. Sebagaimana jika tanda-tanda itu tidak ada pada satu jenazah, maka janganlah menyangka bahwa seseorang ini tidak baik. Semua ini merupakan masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

PENYEBAB HUSNUL KHATIMAH

  1. Faktor terpenting, yaitu istiqamah melakukan ketaatan dan bertakwa kepada Allah. Intinya ialah merealisasikan tauhid. menjauhi hal-hal yang diharamkan, dan segera bertaubat dari perbuatan haram yang melumurinya. Tindakan yang paling diharamkan adalah syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil. Allah Ta’ala berfirman:
    “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an Nisaa’:48)
  2. Hendaknya berdo’a kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar diwafatkan dalam keadaan beriman dan bertakwa.
  3. Hendaknya mengerahkan segala kemampuan dalam memperbaiki diri, secara lahir dan batinnya, niat dan maksudnya diarahkan untuk memperbaiki diri. Ketentuan Allah di alam ini telah berlaku. Allah memberikan taufik kepada orang yang mencari kebenaran. Allah akan mengukuhkannya di atas al haq serta menutup amalnya dengan al haq itu.

SU’UL KHATIMAH

Su’ul khatimah (akhir yang buruk) adalah meninggal dalam keadaan berpaling dari Allah, berada di atas murka-Nya serta meninggalkan kewajiban dari Allah. Tidak diragukan lagi, demikian ini akhir kehidupan yang menyedihkan, selalu dikhawatirkan oleh orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjauhkan kita darinya.

Terkadang nampak pada sebagian orang yang sedang sakaratul maut, tanda-tanda yang mengisyaratkan su’ul khatimah, seperti : menolak mengucapkan syahadah, justru mengucapkan kata-kata jelek dan haram, serta menampakkan kecenderungan padanya dan lain sebagainya. Kami perlu menyebutkan begaimana contoh benar kejadian tersebut.

Kisah yang dibawakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya, al Jawaabul Kaafi, bahwa ada seseorang saat sakaratul maut, dia diingatkan, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.” Lalu orang itu menjawab: ”Apa gunanya bagiku, Aku pun tidak pernah mengerjakan shalat karena Allah, meskipun sekali,” akhirnya ia pun tidak mengucapkannya.

Al Hafizh Rajab rahimahullah dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, menukil dari salah satu ulama, ’Abdul ‘Aziz bin Abu Rawwad, beliau berkata: “Aku menyaksikan seseorang, yang ketika hendak meninggal di talqin (diajari) Laa ilaha illallah. Akan tetapi, ia mengingkarinya pada akhir ucapannya.”Kemudian Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bertanya kepadanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang peminum arak. Selanjutnya Syaikh ‘Abdul Aziz berkata: “Takutlah kalian terhadap perbuatan dosa, karena perbuatan dosa itu yang telah menjerumuskannya.”

Hal serupa juga diceritakan oleh al Hafizh adz Dzahabi rahimahullah, ada seorang yang bergaul dengan peminum arak, maka saat ajal akan tiba, dan ada seseorang yang datang untuk mengajarinya syahadah, ia malah mengatakan: ”Minumlah dan beri aku minum,” kemudian ia meninggal.

Al ‘Alamah Ibnul Qayyim rahimahullah bercerita mengenai seseorang yang diketahui gemar muzik dan mendendangkannya. Tatkala wafat menjemputnya, dia diingatkan, katakanlah : Laa ilaha illallah (tetapi) dia justeru mulai mengigau dengan lagu sampai kemudian mati tanpa mengucapkan kalimah tauhid.

Beliau rahimahullah juga berkata: ”Sebahagian pedagang mengkhabarkan kepadaku tentang kaum kerabatnya yang hampir meninggal, sementara mereka di sisinya. Mereka mentalkinkan Laa ilaha illallah, namun ia mengigau “Ini murah, ini barang bagus, ini begini dan begitu,” sampai ia meninggal dan tanpa bisa melafazhkan kalimah tauhid.”

Berikut ini kami bawakan keterangan Ibnul Qayyim rahimahullah. Komentar ini dibawakan setelah menyebutkan kisah-kisah di atas. Beliau rahimahullah berkata :“Subhanallah, betapa banyak orang yang menyaksikan ini mendapatkan pelajaran? Apabila seorang hamba, pada saat sedar, kuat, serta memiliki kemampuan, dia bisa dikuasai syaitan, ditunggangi perbuatan maksiat yang diinginkannya, mampu membuat hatinya lalai dari mengingat Allah Ta’ala, menahan lisannya dari dzikir, dan (begitu pula) anggota badannya dari mentaati-Nya, lalu bagaimana kiranya ketika kekuatannya melemah, hati dan jiwanya kacau karena sakitnya nazak (tercabutnya nyawa) yang sedang dia alami? Sementara saat itu, syaitan mengerahkan seluruh kekuatan dan konsentrasinya, dan menghimpun semua kemampuannya untuk mencuri kesempatan. Sesungguhnya ini adalah klimaks. Saat itu, hadir syaitan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat? Pada kondisi ini:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim:27)

Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah? Orang yang hatinya jauh dari Allah Ta’ala, lalai dari-Nya, mengagungkan nafsunya, menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).

SU’UL KHATIMAH MEMPUNYAI DUA TINGKATAN

1. Tingkatan terbesar dan terjelek.Yaitu orang yang hatinya penuh dengan keraguan dan penentangan saat sakaratul maut, kemudian ia mati dalam keadaan seperti ini, Maka hal ini akan menjadi penghalang antara dia dan Allah.

2. Tingkatan yang lebih rendah. Yaitu orang yang hatinya cenderung kepada urusan dunia atau keinginan syahwatnya, lalu keinginan ini tergambar di dalam hatinya saat sakaratul maut. Biasanya, seseorang meninggal dalam kondisi yang biasa dia lakoni pada kehidupan nyatanya. Jika jelek, maka akhirnya juga jelek. Semoga Allah melindungi kita dari keduanya.

SEBAB-SEBAB SU’UL KHATIMAH

Dari uraian ini, maka nampak jelas, bahwa penyebab su’ul khatimah adalah lawan dari penyebab husnul khatimah yang telah disebutkan. Penyebab utamanya adalah kerosakan aqidah. Di antara penyebabnya juga adalah rakus terhadap dunia, mencarinya dengan cara-cara haram, berpaling dari jalan kebaikan, serta terus-menerus melakukan perbuatan maksiat.

PENUTUP

Semoga Allah melindungi kita dari su’ul khatimah. Seseorang yang amalan lahirnya baik, serta batinnya juga sentiasa bersama Allah, jujur dalam perkataan dan perbuatan, maka dia tidak akan mengalami su’ul khatimah. Sebaliknya, su’ul khatimah akan dialami oleh orang yang aqidahnya rusak, amalan lahirnya rusak, berani melakukan dosa-dosa besar, bahkan mungkin ia melakukan itu sampai ajal menjemput tanpa sempat bertaubat.

Karena itu, selayaknya bagi orang yang berakal agar mewaspadai ketergantungan hatinya terhadap perbuatan-perbuatan haram, dan mengharuskan hati, lisan serta anggota badannya untuk mengingat Allah dan tetap taat kepada Allah dimanapun berada.

Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-MuYa Allah, berilah taufik kepada kami untuk melaksanakan berbagai kebaikan dan menjauhi semua kemungkaran.

Rabu, Mei 28, 2008

Perangi Kolesterol Dengan Benar

Penggunaan obat kimiawi
Penderita jantung kolesterol, dan tekanan darah tinggi sangat dianjurkan makan buah dan sayuran berwarna pelangi setiap harinya: merah, jingga, kuning, hijau, nila, dan ungu.

Apakah obat penurun kadar kolesterol adalah teman keseharian anda? Konon, harga obat jenis itu relatif mahal. Selain itu, karena obat itu umumnya bekerja di hati, sebagian orang terkena efek samping, seperti penyakit dengan gangguan otot. Tak aneh bila orang yang menggunakan harus menjalani tes darah rutin untuk memantau fungsi hatinya. Efek lainnya adalah nyeri perut, kembung, sembelit, diare, buang-buang angin, nyeri otot dan mual.

Obat penurun kolesterol juga potensial meningkatkan cedera sebab kadar serotonin rendah. Ketika jantung dirawat dengan obat-obatan, efek sampingnya pada saraf. Bahkan, beberapa obat penurun kolesterol menjadi faktor meningkatnya sel kanker, menurunnya kesehatan secara umum dan melemahnya gairah seksual.

Efek lainnya mempengaruhi fungsi otak normal, menurunkan kewaspadaan, ingatan, menimbulkan depresi, menurunkan simpanan mineral jantung yang penting dalam tubuh (kalium dan magnesium), meningkatkan kadar kolesterol trigliserisida, dan lemak berbahaya lainnya serta merusak sistem sirkulasi darah untuk jangka panjang.

Pengobatan yang terlalu untuk penyakit tekanan darah tinggi pada Lansia dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tinggi secara cepat sehingga dapat mengarah pada stroke.

Di dalam buku Penyakit Jantung dan Penyembuhan secara alami disebutkan, pemberian obat untuk menurunkan hipertensi dan kolesterol relatif tidak menyelesaikan masalah. Perlu ada pendekatan yang lebih efektif melalui perubahan nutrisi dan gaya hidup ini, dalam diskursus medis, telah menjadi pilihan logis untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Buku karangan Eric R. Braverman, M.D, dan Dasha Baverman, BS, RPA itu mengungkapkan, program “Tak Ada Lagi Hipertensi dan Penyakit Jantung” sangat baik dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol , bahkan bisa mengembalikan hidup normal.

Program “Tak Ada Lagi Hipertensi dan Penyakit Jantung” itu menekankan, penggunaan makanan dan suplemen serta perubahan gaya hidup dapat mengembalikan kesehatan. Caranya? Mengkonsumsi makanan yang tepat atau vitamin yang memberikan hasil keseimbangan biokimiawi ke seluruh tubuh. Hasilnya, memulihkan kesehatan penderita dengan sistem vaskuler bermasalah akibat tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Diet Buah dan Sayuran

Penderita jantung dan tekanan darah tinggi sangat dianjurkan makan buah dan sayuran warna-warni. Diet dengan vitamin dan mineral, strategi penurunan stress, dan perubahan gaya hidup akan memberikan Anda perasaan sehat melebihi dari yang dirasakan sebelumnya.

Untuk hidup sehat, Anda selayaknya menghindari makanan putih, termasuk tepung terigu, roti, mentega, garam, gula, nasi putih, susu putih, pasta putih, termasuk makanan olahan yang diproses dan sudah tidak mengandung serat serta nutrient.

Diet buah dan sayuran juga identik dengan makanan segar 100% tanpa pengolahan sama sekali dan tidak mengandung bahan tambahan, pengawet, atau bahan buatan. Hindarkan semua produk buah atau sayuran yang dibekukan atau kalengan, karena biasanya mengandung gula, garam dan bahan tambahan lainnya dalam jumlah banyak.

Buah dan sayuran kaya akan nutrient seperti magnesium, kalium, dan serat. Juga rendah kalori dan lemak, natrium, dan bebas alkohol secara alami. Buah dan sayuran sangat kaya kalium untuk mencegah tekanan darah dalam kisaran normal, selain serat pektin (bentuk serat makanan). Serat dan pektin mengikat substansi yang membentuk kolesterol dan membuangnya dari tubuh.

Makan buah dan sayuran bisa membantu pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi serta naiknya kadar kolesterol. Jadi, buah dan sayuran melindungi risiko penyakit jantung.

Sifat pencegahan penyakit pada buah dan sayuran terletak pada kandungan anti oksidan dan alaminya yang tinggi (vitamin, mineral, dan enzim tertentu yang melindungi sel dari radikal bebas ), dan fitokimia yang aktif secara biologis dari tumbuhan warna, rasa, dan kekuatan melawan penyakit. Saat Anda menyiapkan sayuran untuk disantap, masaklah sebentar dalam kukusan atau tumis sebentar. Banyak vitamin, mineral, dan fitokimiawi penting yang sensitif terhadap panas dan bisa rusak atau hancur karena dimsak.

Jumlah buah yang dianjurkan dimakan dua sam[ai tiga kali shari. Setiap harinya, usahakan makn paling tidak satu jenis buah dan sayuran yang berwarna pelangi : merah, jingga, kuning, hijau, biru nila, dan ungu.

Warna merah terdapat antara lain pada apel merah, bit, ceri, stroberi, tomat, semangka. Jingga pada apricot, wortel, blewah, mangga, ubi, jeruk, pepaya. Kuning pada pisang , jagung, ketimun, bawang putih, jambu biji, jamur, belimbing,buncis, labu kuning, nenas, dan pir. Biru pada rumput laut, bluberi, logan beri.

Nila pada ceri hitam, kismis hitam, prem, dan beri hitam. Warna ungu pada terong, ara, pada asparagus, alpokad, apel hijau, sawi putih, anggur hijau, kacang polong, jeruk nipis, seledri air, bayam, dan semua jenis tumbuhan herba, termasuk teh.

Pada jurnal yang dirilis Free Radical Research di London, Inggris, disebutkan dua cangkir teh mengandung antioksidan setara 20 gelas jus apel atau 7 gelas jus jeruk. Minum teh 2-4 kali sehari dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung sampai 40 persen. Penelitian di Jepang menyimpulkan, konsumsi teh dapat menurunkan kolesterol. Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa teh hitam dapat meningkatkan aktivitas insulin bagi penderita diabetes.
(Sumber: Healthy Guide News. Edisi Januari Tahun 2008).

Selasa, Mei 27, 2008

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

“Demi Allah , seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. "Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah ”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah ”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar. "Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah ), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)
4. Kematian datang secara tiba-tiba. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
"(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. "(QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah , itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”. Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. Amin !

Kisah Para Peminang Bidadari 2 (Bumi Jihad Palestina)

Ketakutan tentara Israel
Tentara Israel diselimuti rasa ketakutan. Mujahid yang syahid memancarkan bau kasturi. Aneh bin ajaib, meski tiap hari dibunuhi tentara Israel, pejuang-pejuang Palestina tak pernah habis. Ibarat hilang satu tumbuh seribu, begitu seterusnya. Mereka juga tak pernah surut semangat juangnya, meski hampir hari dijatuhi bom dan rudal.
Kota Jenin menjadi saksinya. Kota yang terletak di Tepi Barat itu dibombadir Israel sebulan lalu. Ratusan rudal yang dilepaskan pesawat-pesawat tempur dan tank-tank Zionis, menghantam kota yang menjadi penampungan pengungsi rakyat Palestina itu. Hanya bersenjata AK 47 dan M 16, para pejuang Palestina memberikan perlawanan sengit. Ratusan warga sipil dan anak-anak menjadi korban -sesuatu yang sebenarnya dilarang PBB- akibat serangan brutal itu. Tetapi di pihak Israel bukan tidak ada yang mati. Tidak kurang dari 24 orang pasukan Israel tewas, dan 130 lainnya cedera. Itu yang diakui Israel. Tentu jumlah sebenarnya jauh lebih besar. Israel tidak mau menyebutkan jumlah korban pastinya, karena akan menjatuhkan moral tempur pasukannya. Buktinya, Panglima Perang Zionis, Shaol Mofaz akhirnya harus mencopot perwira yang memimpin penyerangan Jenin, karena dianggap gagal.
Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tidak pernah mengendor. Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. "Wahai saudaraku yang aku cintai," katanya, "demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan."
Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin. Salah seorang pasukan cadangan Israel mengatakan, "Kami melaksanakan tugas ini karena memang wajib, tidak ada yang senang berperang di sini. Kondisi di sana memang menyeramkan sekali." Bahkan ia berharap, dunia internasional menekan pemerintahan Ariel Sharon. "Apakah tekanan terhadap pemerintahan (Sharon) telah dilakukan, agar menarik mundur pasukannya?Berapa hari lagi kita harus bertahan di sini?" kata tentara itu ketakutan.(almujtama', 13/4/2002)
Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur'an Surat At Taubah 26:"Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir."
Yang jelas ketika tentara Israel yang brutal itu dilanda ketakutan, keadaan sebaliknya justru dialami para mujahidin. Meski melawan musuh yang didukung Amerika Serikat, semangat tempur para mujahidin tak pernah kendor. Tak lain, karena mereka berperang di atas lambaran tauhid, ala attauhid `isynaa wa min ajli at tauhiid namuut (di atas rel tauhid kami hidup dan untuk tauhid kami mati).
Jenggot Memanjang
Ada kisah lain yang tidak kalah harunya dengan turunnya para malaikat dikota Jenin. Ja'far Raihan terperanjat saat membongkar kuburan saudara kandungnya yang telah 100 hari syahid. Adiknya bernama Muhammad dan Ashim Raihan. Mereka berasal dari daerah Tel Janub (Bukit Selatan) di wilayah Nablus. Ja'far terkejut saat menggali kuburan adiknya Muhammad dan Raihan pada 18/2/2002. Dia mencium harum semerbak kasturi yang mengalir deras dari liang lahat dan jasad Muhammad. Wangi kasturi keluar saat diangkatnya papan lantai kuburannya.
Harum wangi seperti ini juga menyentuh ibunya Muhammad Farhat, yang syahid pada usianya yang masih belia, 17 tahun. Farhat seorang anggota Brigade al Qassam. Remaja belia ini telah merelakan dirinya menjadi eksekutor istisyahadiyah (bom syahid). Ia berhasil melewati berbagai pos penjagaan tentara Israel, lalu meledakkan dirinya. Bom itu kemudian menyambar beberapa tentara Israel, dan mereka semua tewas. Begitu Farhat syahid, ibunya mencium bau wangi kasturi yang menyengatdi rumahnya. Si ibu yakin, itu pertanda bahwa anaknya telah berhasil meraih apa yang telah dicita-citakan setiap mujahid, menggapai syahadah(mati syahid).Kembali kepada kisah Muhammad. Menurut penuturan Ja'far, ia lebih heran lagi ketika meraba darah segar yang mengalir dari tubuh Sang Adik. Jasad itu terasa hangat seakan-akan ia masih hidup. Ja'far serasa ingin membangunkan adiknya dari tidur indah itu. Disaksikan orang banyak, ia kemudian menghapus keringat dari kening adiknya. Dan yang paling menakjubkan lagi, kata Ja'far, sebagai keagungan para syuhada bahwa jenggotnya Muhammad terus memanjang tumbuh. Menyaksikan itu, keluarga dan yang hadir terus bertakbir, "Allahu Akbar.... Allahu Akbar...Allahu Akbar...!
Bersyukurlah kepada Allah atas kemuliaan-Nya bagi para syuhada. Mereka hanya tidur bagai tidurnya seorang pengantin yang tenang. Ini hanya sekelumit kisah tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terjadi dimedan Jihad Palestina. Sesungguhnya mereka, para syuhada itu, hidup dan mendapatkan rezeki dari sisi Allah. "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (Al Baqarah: 154).
(AD Basyori, Bahrul dan Bas)
Majalah Suara Hidayatullah : Edisi Khusus Milad Ke-14 Mei 2002
Sumber : Majalah suara hidayatullah : Edisi Khusus milad ke-14 Mei 2002

Senin, Mei 26, 2008

Dialog Iblis Dengan Rasulullah SAW

Dari hadits Rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas,

"Kami (Ibnu Abbas dan sahabat Rasulullah yang lain) bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami ada di tengah-tengah jamaah, tiba-tiba ada suara orang dari luar rumah,'Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku untuk masuk? Sementara kalian membutuhkan aku.'
Rasulullah saw. bertanya kepada jamaah,'Apakah kalian tahu siapa yang memanggil dari luar itu?'
'Tentu Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui,'jawab jamaah.
Rasulullah menjelaskan,'Itu adalah iblis yang terkutuk. Semoga Allah senantiasa melaknatnya.'
Umar bin Khaththab berkata,'Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya?'
Rasulullah menjawab, 'Bersabarlah, hai Umar. Apakah engkau tidak tahu bahwa iblis adalah makhluk yang kematiannya tertunda sampai batas waktu yang telah ditentukan (hari kiamat)?'
Lalu Rasulullah memerintahkan,'Bukakanlah pintu untuknya karena kedatangan mereka kesini atas perintah Allah.'
Ketika pintu dibuka iblis pun masuk menjelma seorang laki-laki tua yang buta sebelah. Ia berjenggot panjang sebanyak tujuh helai rambut seperti rambut kuda. Kelopak matanya membusur ke atas, kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya panjang mencuat keluar seperti taring babi, kedua bibirnya tebal seperti bibir kerbau. Ia datang dengan mengucapkan, 'Assalamu'alaika ya Muhammad, assalamu'alaikum, ya jama'ah!'
Rasulullah menjawab,'Assalamulillah, ya la'in (keselamatan hanyalah milik Allah, ya makhluk terkutuk).' Saya dengar engkau memiliki keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis?'
Kata iblis,'Wahai Muhammad. Aku datang kesini bukan kemauanku sendiri, tapi aku datang ke sini karena terpaksa. Seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan yang Maha Agung telah datang kepadaku. Utusan itu berkata kepadaku,'Sesungguhnya Allah swt. memerintahkanmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya tentang hal-hal berikut ini.

bagaimana engkau menggoda dan memperdaya anak cucu Adam as.
Bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka.
Engkau harus menjawab dengan jujur atas setiap pertanyaan Muhammad saw.
Demi Kebesaran dan Keagungan Allah swt., jika engkau menjawab dengan bohong, meskipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah swt. jadikan debu yang dihempas oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang'

Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu dengan membawa beban yang diperintahkan kepadaku, karena itu tanyakanlah apa saja yang engkau inginkan. Jika aku sampai menjawab dengan tidak jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang akan aku terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat dariku daripada bersenang-senangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku,'kata iblis.

Rasulullah berkata, 'Siapakah orang yang paling engkau benci?'
'Engkau wahai Muhammad,' jawab iblis.

'Lalu siapa lagi?'

'(1) Pemuda muslim yang bertakwa dan mencurahkan waktu dan perhatiannya hanya untuk Allah swt;
(2) Orang alim yang wara' dan bersabar;
(3) orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran hadas besar, kecil, dan najis;
(4) orang fakir yang seantiasa bersabar, yaitu mereka tidak mengeluhkan kefakiran dan penderitaannya kepada makhluk(sesamanya) dalam waktu tiga hari;
(5) orang kaya yang bersyukur, yaitu orang yang mengambil kekayaan dari apa yang dihalalkan Allah, dan dibelanjakan dan disalurkan sesuai ketentuan-ketentuan syariat-Nya.'
'Bagaimana keadaanmu jika umatku melaksanakan shalat?'

'Aku langsung merasa gelisah dan gemetar.'

Mengapa begitu?'

'Sungguh,
(1) jika seorang hamba sujud kepada Allah satu kali, sungguh maka Allah yang Maha Agung akan menaikkan derajatnya satu tingkat;
(2) jika mereka berpuasa, maka aku terikat (terbelenggu) hingga mereka berbuka puasa;
(3) jika mereka melakukan manasik (ibadah) haji, maka aku menjadi gila;
(4) jika mereka membaca Al Quran maka aku meleleh (mencair) seperti timah ketika dipanaskan; dan
(5) jika mereka bersedekah, maka dengan sedekah itu mereka mengambil kampak dan membelah diriku dengan kampak itu menjadi dua bagian.'

'Mengapa begitu, wahai Abu Murrah (julukan iblis)?'

'Ketahuilah wahai Muhammad! Sedekah itu memiliki empat hikmah bagi orang yang bersedekah:
(1) Allah menurunkan keberkahan dalam hartanya;
(2) Allah menjadikannya orang disenangi diantara makhluk-Nya;
(3) Allah menjadikan penghalang dirinya dari api neraka; dan
(4) Allah akan menjadikan penghalang dari bencana dan penyakit.'

'Bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ash-Shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin 'Affan, dan Ali bin Abu Thalib?'

'Sejak masa jahiliah saja, Abu Bakar ash-Shidiq tidak pernah taat padaku, apalagi setelah ia mengikutimu. Muhammad, demi Allah, setiap aku bertemu dengan Umar bin Khaththab, aku pasti lari. Aku merasa malu kepada orang yang malaikat malu kepadanya, seperti Utsman bin 'Affan karena Utsman bin 'affan adalah orang yang sangat dermawan. Andaikan aku dapat selamat dari Ali bin Abu Thalib, dan tidak pernah berjumpa dengannya, hal itu akan lebih baik bagiku. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi.'

'Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu hingga waktu yang ditentukan.'

'Muhammad, tidak dan tidak mungkin umatmu bahagia. Sebab,
(1) aku akan tetap hidup hingga waktu yang ditentukan (kiamat) sedangkan umkatmu meninggal;
(2) aku bisa masuk ke tubuh mereka melalui aliran darah dan dagingnya sementara mereka tidak dapat melihatku; dan
(3) demi Tuhan yang telah menciptakanku dan menunda kematianku! Sungguh aku akan menyesatkan seluruh manusia, yang bodoh dan yang alim (pandai), yang awam dan yang bisa membaca Al Quran, yang nakal dan yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah swt. yang mukhlis.'

'Siapa hamba Allah swt. yang mukhlis?'

'Orang-orang yang tidak mencintai dirham dan dinar (baca : kekayaan duniawi), tidak suka dipuji oleh sesamanya, dan hatinya tidak terkekang oleh kesenangan duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang ikhlas karena Allah, dan mereka itulah yang akan aku tinggalkan. Hati orang yang mencintai dirham dan dinar selalu tertaut pada kesenangan dunia (harta duniawi), maka mereka akan lebih mendengarkanku dan taat kepadaku, daripada kepadamu.' Ketahuilah, wahai Muhammad, mencintai dunia dan kedudukan adalah dosa besar. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku memiliki 70.000 anak. Setiap anakku akan memiliki 70.000 setan, dan setiap cucuku itu akan melahirkan 70.000 setan. Begitulah seterusnya, selalu berkelipatan 70.000. di antara mereka ada yang aku tugaskan untuk menggoda ulama, para pemuda, dan orang tua. Sementara bagi kami, menyesatkan anak-anak muda sangatlah mudah. Begitu pulan mempermainkan anak-anak kecil.
Di antara mereka ada yang kami tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah, ada juga yang kami tugaskan untuk menggoda orang zuhud. Mereka keluar masuk dari berbagai kondisi, keluar masuk dari berbagai pintu dengan bebagai cara sehingga mereka berhasil menyesatkan para ahli ibadah.
Aku mengambil keikhlasan para ahli ibadah dari hatinya sehingga mereka beribadah kepada Allah mengikuti hawa nafsunya, menghitung-hitung pahala untuk dirinya sehingga tanpa mereka sadari, mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas.
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha-seorang rahib yang telah beribadah dengan ikhlas selama 70 tahun sehingga dengan doanya dapat menyembuhkan orang-orang sakit-aku tidak pernah berhenti menggodanya hingga ia melakukan perbuatan zina dengan pasiennya lalu ia membunuhnya, dan akhirnya Barshisa mati dalam keadaan kafir.

Kisah itulah yang disebutkan Allah dalam firman-Nya,
'(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia,'Kafirlah kamu!' kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.'(al-Hasyr [59]: 16)

Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa setiap kebohongan itu datang dariku, dan akulah yang pertama-tama berbuat bohong sehingga orang-orang yang berbohong adalah temanku, sedangkan orang-orang yang bersumpah atas nama Allah padahal ia berbohong, maka ia itu adalah kekasihku.
Wahai Muhammad, apa egkau tidak tahu bahwa aku pernah bersumpah atas nama Allah untuk menipu Adam dan Hawa. Setiap mereka bersumpah atas nama Allah padahal mereka berbohong, maka perbuatan itu sangat menyenangkan hatiku. Sementara setiap perbuatan mengadu domba dan menggunjing itu adalah santapan dan kesukaanku. Setiap kesaksian dusta adalah kesenanganku dan kesejukan mataku.
Jika seorang bersumpah atas nama Allah untuk menceraikan istrinya (talak), maka mereka hampir tidak bisa selamat, meskipun mereka hanya mengucapkan satu kali. Seandainya ucapannya itu menghasilkan perceraian, maka hal itu akan menjadikan lidahnya senang untuk mengucapkan sumpah talak sehingga istrinya haram untuk digauli. Tetapi, kenyataannya mereka tetap , menggaulinya sehingga anak yang dilahirkannya sampai merupakan anak dari hasil zina. Akibatnya seluruh keturunannya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan (sumpah talak) yang mereka lakukan.
Wahai Muhammad, diantara umatmu ada orang-orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Setiap mereka hendak shalat, aku bersamanya, dan mengganggu mereka, dan aku katakana kepada mereka, 'Masih ada waktu, teruskan kesibukanmu!' Lalu mereka menunda-nunda shalatnya sehingga mereka mendirikan shalat bukan pada waktunya. Akibatnya kepala mereka akan dipukul oleh shalat yang disia-siakan itu. Jika aku gagal menggoda mereka, dan orang itu tidak menunda shalatnya, maka aku akan mengutus setan-setan dari manusia untuk mendatangi mereka ketika waktu shalat tiba, dan berusaha menyibukkannnya hingga mereka menunda-nunda shalatnya. Apabila strategiku ini gagal, maka aku akan tinggalkan mereka hingga mereka melakukan shalat. Ketika mereka melakukan shalat aku bisikkan kepadanya, 'Tengoklah ke kanan dan ke kiri.' Maka ketika aku usap wajahnya dengan tanganku, kemudian aku menghadap di depan matanya, dan berkata kepada mereka, 'Engkau telah mlakukan sesuatu yang akan membuat shalatmu tidak baik untuk selamanya.' Sementara mereka tidak menyadarinya.
Wahai Muhammad, engkau mengetahui bahwa orang-orang yang melakukan shalat, sedangkan mereka banyak menengok ke kanan dan ke kiri, maka Allah akan memukul mukanya dengan shalat itu. Jika aku gagal membuat mereka sering menengok ke kanan dan ke kiri ketika shalat, maka aku biarkan mereka shalat, dan aku akan datang ketika mereka shalat sendiri. Ketika itu akan aku perintahkan untuk tergesa-gesa sehingga shalatnya seperti ayam yang mematok benih-benih makanan, dan mereka segera meninggalkan shalatnya.
Ketika mereka melakukan shalat berjamaah, maka aku akan kalungkan rantai di lehernya, ketika rukuk dan sujud aku tarik kepalanya ke atas sehingga mereka akan bangun mendahului imam, dan aku turunkan mereka mendahului imam. Orang yang melakukan shalat seperti itu, maka shalatnya batal, dan pada hari kiamat Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai.
Jika usahaku itu gagal, aku akan memerintahkan mereka meremas-remas jarinya hingga bersuara, padahal mereka sedang shalat. Dalam kondisi seperti itu berarti mereka bertasbih kepadaku. Jika usahaku itu masih gagal, maka akan aku tiu hidungnya hingga mereka menguap. Jika ketika mereka menguap tidak menutupi mulutnya dengan tangannya, maka aku masuk ke dalam perutnya hingga orang itu makin rakus terhadap dunia dengan berbagai perangkapnya. Maka mereka itu akan selalu mendengarkan dan taat kepada perintahku.
Wahai Muhammad, bagaimana umatmu akan mereasa bahagia? Sementara aku telah memerintahkan orang-orang miskin untuk tidak melakukan shalat, aku bisikkan kepadanya,'Shalat hanya diwajibkan bagi orang-orang yang diberikan nikmat (kekayaan) oleh Allah.'
Aku bisikkan kepada orang-orang yang sakit untuk meninggalkan shalat, aku katakana kepadanya,'Shalat bukan kewajiban bagi orang sakit. Shalat hanyalah kewajiban bagi orang-orang yang diberi nikmat kesehatan oleh Allah. Jika engkau telah sembuh maka barulah engkau melaksanakan shala!' Jika mereka mati, maka mereka mati dalam keadaan kafir. Mereka akan menghadap Allah dengan mendapatkan murka-Nya.
Wahai Muhammad, jika aku menyimpang dan berdusta kepadamu, hendaklah engkau memohon kepada Allah agar aku dijadikan debu yang lembut.

'Wahai makhluk terkutuk, siapakah teman dudukmu?' tanya Rasulullah.

'Orang-orang yang suka makan riba,' jawab iblis.

'Siapa teman dekatmu?'

'Orang-orang yang berzina.'

'Siapa teman tidurmu?'

'Orang-orang yang mabuk.'

'Siapa tamumu?'

' Para pencuri.'

'Siapa utusanmu?'

' Para tukang sihir.'

'Apa yang menyenangkan pandangan matamu?

'Orang yang bersumpah dengan talak.'

'Siapa kekasihmu?'

'Orang yang meninggalkan shalat jum'at.'

'Wahai makhluk terkutuk, apa yang menyebabkan tulang punggungmu patah?'

'Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah.'

'Apa yang membuat hatimu panas?'

'Banyak beristighfar kepada Allah, pada malam dan siang hari.'

'Apa yang membuatmu merasa malu dan hina.'

'Sedekah dengan rahasia.'

'Apa yang bisa membuat matamu buta?'

'Shalat pada waktu sahur (sepertiga malam terakhir).'

'Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?'

'Orang yang rajin melaksanakan shalat berjamaah.'

'Siapa orang yang paling membahagiakanmu.'

'Orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat.'

'Menurutmu, siapa yang paling celaka?'

'Orang-orang kafir.'

'Apa yang menyita pekerjaanmu?'

'Majelis orang-orang alim (majelis zikir).'

'Bagaimana caramu makan?'

'Dengan tangan dan jari-jemari kiriku.'

'Di mana kamu berteduh dengan anak cucumu ketika panas?'

'Di bawah kuku-kuku manusia.'

'Berapa kebutuhan yang pernah kamu minta kepada Tuhanmu?'

'Sepuluh macam kebutuhan, yaitu
(1) aku minta bisa berserikat (bergabung) dengan anak cucu adam, dalam kekayaan dan anak-anak mereka. Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka aku ikut memakannya; aku juga ikut memakan harta riba, haram dan harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah;
(2) aku ikut bersetubuh dengan orang-orang yang bersetubuh dengan tidak meminta perlindungan Allah, kemudian mereka melahirkan anak-anak yang lebih mendengarkan perintahku dan lebih taat kepadaku;
(3) aku menemani orang yang naik kendaraan untuk mencari harta yang tidak halal;
(4) aku meminta rumah, maka kamar mandi adalah rumahku;
(5) aku meminta masjid, maka pasar adalah masjidku;
(6) aku meminta al-Qur'an, maka syair-syair adalah Qur'anku;
(7) aku meminta azan, maka suara terompet adalah azanku;
(8) aku meminta tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku;
(9) aku memita teman yang menolongku, maka golongan Qadariyah (Ego Centris) adalah teman penolongku; dan
(10) aku meminta sahabat karib, maka orang yang menginfakkan hartanya dalam kemaksiatan adalah sahabat karibku.
Wahai Muhammad, aku memiliki anak yang bermacam-macam, yaitu
(1) Atamah, ia bertugas untuk berkencing di telinga orang yang tidur meninggalkan shalat 'Isya;
(2) Mutaqadhi, ia bertugas untuk menjadikan umatmu selalu pamer dalam beramal. Karena itu, Allah menghapuskan 99% nilai amalnya sehingga nilai amalnya tinggal 1 %;
(3) Kuhyal, ia bertugas untuk mengusap kelopak mata setiap orang yang berada di majlis taklim dan shalat Jum'at sehingga mereka terkantuk dan tertidur. Karena itu, Allah tidak akan memberikan kebaikan pada ibadahnya sedikit pun untuk selamanya; dan
(4) dua anakku selalu duduk di pinggul dan jari-jemari setiap wanita ketika mereka keluar rumah shingga menarik perhatian laki-laki yang melihatnya.
Wahai Muhammad, sesungguhnya aku tidak memiliki hak sedikit pun untuk menyesatkan manusia. Aku sekadar mengganggu dan membujuknya. Sekiranya aku memiliki hak, maka tak akan aku biarkan segelintir manusia pun untuk bersyahadat di muka bumi. Tidak ada lagi orang shalat dan puasa. Aku hanyalah menjadi sebab celakanya seseorang, yang telah ditakdirkan celaka oleh Allah.
Begitu pula Engkau, Muhammad. Engkau tidak memiliki hak untuk memberi hidayah. Jika engkau memiliki hak untuk memberi hidayah, maka tidak ada segelintir orang kafir pun di muka bumi. Engkau hanya utusan dan menyampaikan kalam Allah kepada makhluk-Nya.
Seseorang yang mulia dan celaka merupakan kepastian dari Allah, yang telah ditetapkan sejak ia ada dalam kandungan ibunya.

'Wahai Abu Murrah (iblis)! Mungkinkah engkau bertobat kepada Allah, sementara aku menjamin engkau untuk masuk surga?'

'Wahai Muhammad, ketentuan Allah telah ditetapkan, dan tinta kalam-Nya pun telah kering. Maha suci Allah yang telah menetapkan aku sebagai penghulu orang-orang yang celaka, dan khatib seluruh penghuni neraka. Di sisi lain Allah telah menetapkan engkau sebagai penghulu para nabi, dan khatib seluruh penghulu surga.'

Begitulah dialog Rasulullah saw. dengan iblis. Strategi iblis tersebut menjadi dasar perilaku setan dalam menyesatkan manusia. Semoga Allah menolong kita dalam menghadapi musuh kita semua. Tanpa perlindungan dari Allah, mustahil kita dapat selamat dari jeratan iblis dan seluruh keturunannya. Sebab, Allah telah menetapkan seluruh bani Adam untuk memiliki pendamping setan.
Dikutip dari buku "3T" (Tobat, Tasbih, Tahajud) Karangan : Zaini Ali Akbar.
Penerbit Pena Pundi Aksara - 2007