Email : suhu@ymail.com ; suhu@rocketmail.com
- s u h u
- Surabaya, East Java, Indonesia
- Designer Database dan pecinta tehnologi yang Qur'ani
Senin, Juni 16, 2008
Penemuan Sejarah...
Rabu, Juni 11, 2008
Just For Fun...
Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia
Judul Lagu versi Bahasa Jawa
* Don't Sleep Away This Night My Baby (Paul S): Ojo Turu Dhisik (aku durung ngantuk)
* Internal Flame (Blangged): Kobongan (soko album: Kompor Nggebros)
Kebanggaan Seorang Ibu
" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.
"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.
" Wah..... hebat sekali putra ibu, "pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
" Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya
Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ?"
"Oh ya tentu..." si Ibu bercerita :
"Anak saya yang ketiga seorang Dokter di Malang,
yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta,
yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Purwokerto,
yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.""
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
" terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
"Anak saya yang pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "
Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya, dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ?"
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
" Ooo ...tidak tidak begitu nak...."
"Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dari hasil bertanilah, dia yang membiayai sekolah semua adik-adiknya"
Kamis, Juni 05, 2008
Bersihkah Otak Anda?

Membangun Cyber Village
1. Access Point

Fungsi Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.
2. Antena ( Omni atau sectoral )

Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.
3. Box Access Point

Untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini harus diletakkan persis di bawah antena.
4. Kabel Pigtail/ Kabel Jumper

Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.
5. POE (Power Over Ethernet)

Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
6. Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)

Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian (grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.
8. Tower

Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.
Kamis, Mei 29, 2008
Akhir Hidup Seperti Apa Yang Kita Pilih?
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):’Janganlah kamu merasa takut dan jenganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30)
- Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal. Dalilnya adalah hadits riwayat al Hakim dan selainnya, bahwasanya Rasululah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallaah, maka ia masuk syurga.”
- Meninggal dengan kening berkeringat. Berdasarkan hadits riwayat Buraidah bin al Hashib radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.”
- Meninggal pada malam Jum’at atau siangnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)
- Mati syahid di medan jihad di jalan Allah, atau mati saat menempuh perjalanan untuk peperangan di jalan Allah, mati karena tertimpa sakit tha’un (pes), atau mati karena tenggelam. Dalilnya adalah hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, bahwasanya beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau SAW menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati dijalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit tha’un, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang mati tenggelam adalah syahid.”
- Mati karena tertimpa reruntuhan. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:“Orang yang mati syahid ada lima (yaitu) : orang yang mati kerkena penyakit tha’un, sakit perut, orang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang shahid di jalan Allah.”
- Tanda husnul khatimah, yang khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil. Dalilnya, hadits riwayat Imam Ahmad dan selainnya, dengan sanad yang shahih dari ‘Ubadah bin ash Shamit radhiallah anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyebutkan beberapa syhada’, diantaranya:“Dan wanita yang dibunuh anaknya (kerana melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Syurga.”
- Meninggal kerana terbakar dan radang selaput dada. Sebagai dalilnya, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah menyebutkan macam-macam orang yang mati syahid, termasuk orang yang mati terbakar. Demikian pula orang yang meninggal lantaran menderita radang sselaput dada, yaitu bengkak yang meradang, nampak pada selaput yang ada di bagian dalam tulang-tulang rusuk. Adapun haditsnya diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya.
- Di antara dalil yang menjelaskan jenis kematian syahid yang lain adalah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan an Nasaa-i dan selain keduanya, bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid.”
- Meninggal kerana sedang ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah Ta’ala. Berdasarkan hadits riwayat Muslim dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa beliau bersabda :“Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.”
- Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illallah kerana mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk syurga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri denganya, maka ia masuk syurga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk syurga.” (HR. Imam Ahmad dan selainnya)
Demikian beberapa tanda husnul khatimah yang telah disimpulkan darin berbagai nash. Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani mengingatkan hal itu di dalam kitab beliau, Ahkamul Janaiz. Akan tetapi, ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa terlihatnya salah satu di antara tanda-tanda itu pada satu jenazah, bukan berarti dia pasti menjadi penduduk Syurga. Namun diharapkan, itu sebagai petanda baik baginya. Sebagaimana jika tanda-tanda itu tidak ada pada satu jenazah, maka janganlah menyangka bahwa seseorang ini tidak baik. Semua ini merupakan masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.
PENYEBAB HUSNUL KHATIMAH
- Faktor terpenting, yaitu istiqamah melakukan ketaatan dan bertakwa kepada Allah. Intinya ialah merealisasikan tauhid. menjauhi hal-hal yang diharamkan, dan segera bertaubat dari perbuatan haram yang melumurinya. Tindakan yang paling diharamkan adalah syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an Nisaa’:48) - Hendaknya berdo’a kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar diwafatkan dalam keadaan beriman dan bertakwa.
- Hendaknya mengerahkan segala kemampuan dalam memperbaiki diri, secara lahir dan batinnya, niat dan maksudnya diarahkan untuk memperbaiki diri. Ketentuan Allah di alam ini telah berlaku. Allah memberikan taufik kepada orang yang mencari kebenaran. Allah akan mengukuhkannya di atas al haq serta menutup amalnya dengan al haq itu.
Su’ul khatimah (akhir yang buruk) adalah meninggal dalam keadaan berpaling dari Allah, berada di atas murka-Nya serta meninggalkan kewajiban dari Allah. Tidak diragukan lagi, demikian ini akhir kehidupan yang menyedihkan, selalu dikhawatirkan oleh orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjauhkan kita darinya.
Terkadang nampak pada sebagian orang yang sedang sakaratul maut, tanda-tanda yang mengisyaratkan su’ul khatimah, seperti : menolak mengucapkan syahadah, justru mengucapkan kata-kata jelek dan haram, serta menampakkan kecenderungan padanya dan lain sebagainya. Kami perlu menyebutkan begaimana contoh benar kejadian tersebut.
Kisah yang dibawakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya, al Jawaabul Kaafi, bahwa ada seseorang saat sakaratul maut, dia diingatkan, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.” Lalu orang itu menjawab: ”Apa gunanya bagiku, Aku pun tidak pernah mengerjakan shalat karena Allah, meskipun sekali,” akhirnya ia pun tidak mengucapkannya.
Al Hafizh Rajab rahimahullah dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, menukil dari salah satu ulama, ’Abdul ‘Aziz bin Abu Rawwad, beliau berkata: “Aku menyaksikan seseorang, yang ketika hendak meninggal di talqin (diajari) Laa ilaha illallah. Akan tetapi, ia mengingkarinya pada akhir ucapannya.”Kemudian Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bertanya kepadanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang peminum arak. Selanjutnya Syaikh ‘Abdul Aziz berkata: “Takutlah kalian terhadap perbuatan dosa, karena perbuatan dosa itu yang telah menjerumuskannya.”
Hal serupa juga diceritakan oleh al Hafizh adz Dzahabi rahimahullah, ada seorang yang bergaul dengan peminum arak, maka saat ajal akan tiba, dan ada seseorang yang datang untuk mengajarinya syahadah, ia malah mengatakan: ”Minumlah dan beri aku minum,” kemudian ia meninggal.
Al ‘Alamah Ibnul Qayyim rahimahullah bercerita mengenai seseorang yang diketahui gemar muzik dan mendendangkannya. Tatkala wafat menjemputnya, dia diingatkan, katakanlah : Laa ilaha illallah (tetapi) dia justeru mulai mengigau dengan lagu sampai kemudian mati tanpa mengucapkan kalimah tauhid.
Beliau rahimahullah juga berkata: ”Sebahagian pedagang mengkhabarkan kepadaku tentang kaum kerabatnya yang hampir meninggal, sementara mereka di sisinya. Mereka mentalkinkan Laa ilaha illallah, namun ia mengigau “Ini murah, ini barang bagus, ini begini dan begitu,” sampai ia meninggal dan tanpa bisa melafazhkan kalimah tauhid.”
Berikut ini kami bawakan keterangan Ibnul Qayyim rahimahullah. Komentar ini dibawakan setelah menyebutkan kisah-kisah di atas. Beliau rahimahullah berkata :“Subhanallah, betapa banyak orang yang menyaksikan ini mendapatkan pelajaran? Apabila seorang hamba, pada saat sedar, kuat, serta memiliki kemampuan, dia bisa dikuasai syaitan, ditunggangi perbuatan maksiat yang diinginkannya, mampu membuat hatinya lalai dari mengingat Allah Ta’ala, menahan lisannya dari dzikir, dan (begitu pula) anggota badannya dari mentaati-Nya, lalu bagaimana kiranya ketika kekuatannya melemah, hati dan jiwanya kacau karena sakitnya nazak (tercabutnya nyawa) yang sedang dia alami? Sementara saat itu, syaitan mengerahkan seluruh kekuatan dan konsentrasinya, dan menghimpun semua kemampuannya untuk mencuri kesempatan. Sesungguhnya ini adalah klimaks. Saat itu, hadir syaitan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat? Pada kondisi ini:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim:27)
Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah? Orang yang hatinya jauh dari Allah Ta’ala, lalai dari-Nya, mengagungkan nafsunya, menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).
SU’UL KHATIMAH MEMPUNYAI DUA TINGKATAN
1. Tingkatan terbesar dan terjelek.Yaitu orang yang hatinya penuh dengan keraguan dan penentangan saat sakaratul maut, kemudian ia mati dalam keadaan seperti ini, Maka hal ini akan menjadi penghalang antara dia dan Allah.
2. Tingkatan yang lebih rendah. Yaitu orang yang hatinya cenderung kepada urusan dunia atau keinginan syahwatnya, lalu keinginan ini tergambar di dalam hatinya saat sakaratul maut. Biasanya, seseorang meninggal dalam kondisi yang biasa dia lakoni pada kehidupan nyatanya. Jika jelek, maka akhirnya juga jelek. Semoga Allah melindungi kita dari keduanya.
SEBAB-SEBAB SU’UL KHATIMAH
Dari uraian ini, maka nampak jelas, bahwa penyebab su’ul khatimah adalah lawan dari penyebab husnul khatimah yang telah disebutkan. Penyebab utamanya adalah kerosakan aqidah. Di antara penyebabnya juga adalah rakus terhadap dunia, mencarinya dengan cara-cara haram, berpaling dari jalan kebaikan, serta terus-menerus melakukan perbuatan maksiat.
PENUTUP
Semoga Allah melindungi kita dari su’ul khatimah. Seseorang yang amalan lahirnya baik, serta batinnya juga sentiasa bersama Allah, jujur dalam perkataan dan perbuatan, maka dia tidak akan mengalami su’ul khatimah. Sebaliknya, su’ul khatimah akan dialami oleh orang yang aqidahnya rusak, amalan lahirnya rusak, berani melakukan dosa-dosa besar, bahkan mungkin ia melakukan itu sampai ajal menjemput tanpa sempat bertaubat.
Karena itu, selayaknya bagi orang yang berakal agar mewaspadai ketergantungan hatinya terhadap perbuatan-perbuatan haram, dan mengharuskan hati, lisan serta anggota badannya untuk mengingat Allah dan tetap taat kepada Allah dimanapun berada.
Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-MuYa Allah, berilah taufik kepada kami untuk melaksanakan berbagai kebaikan dan menjauhi semua kemungkaran.
Rabu, Mei 28, 2008
Perangi Kolesterol Dengan Benar
Apakah obat penurun kadar kolesterol adalah teman keseharian anda? Konon, harga obat jenis itu relatif mahal. Selain itu, karena obat itu umumnya bekerja di hati, sebagian orang terkena efek samping, seperti penyakit dengan gangguan otot. Tak aneh bila orang yang menggunakan harus menjalani tes darah rutin untuk memantau fungsi hatinya. Efek lainnya adalah nyeri perut, kembung, sembelit, diare, buang-buang angin, nyeri otot dan mual.
Obat penurun kolesterol juga potensial meningkatkan cedera sebab kadar serotonin rendah. Ketika jantung dirawat dengan obat-obatan, efek sampingnya pada saraf. Bahkan, beberapa obat penurun kolesterol menjadi faktor meningkatnya sel kanker, menurunnya kesehatan secara umum dan melemahnya gairah seksual.
Efek lainnya mempengaruhi fungsi otak normal, menurunkan kewaspadaan, ingatan, menimbulkan depresi, menurunkan simpanan mineral jantung yang penting dalam tubuh (kalium dan magnesium), meningkatkan kadar kolesterol trigliserisida, dan lemak berbahaya lainnya serta merusak sistem sirkulasi darah untuk jangka panjang.
Pengobatan yang terlalu untuk penyakit tekanan darah tinggi pada Lansia dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tinggi secara cepat sehingga dapat mengarah pada stroke.
Di dalam buku Penyakit Jantung dan Penyembuhan secara alami disebutkan, pemberian obat untuk menurunkan hipertensi dan kolesterol relatif tidak menyelesaikan masalah. Perlu ada pendekatan yang lebih efektif melalui perubahan nutrisi dan gaya hidup ini, dalam diskursus medis, telah menjadi pilihan logis untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Buku karangan Eric R. Braverman, M.D, dan Dasha Baverman, BS, RPA itu mengungkapkan, program “Tak Ada Lagi Hipertensi dan Penyakit Jantung” sangat baik dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol , bahkan bisa mengembalikan hidup normal.
Program “Tak Ada Lagi Hipertensi dan Penyakit Jantung” itu menekankan, penggunaan makanan dan suplemen serta perubahan gaya hidup dapat mengembalikan kesehatan. Caranya? Mengkonsumsi makanan yang tepat atau vitamin yang memberikan hasil keseimbangan biokimiawi ke seluruh tubuh. Hasilnya, memulihkan kesehatan penderita dengan sistem vaskuler bermasalah akibat tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Diet Buah dan Sayuran
Penderita jantung dan tekanan darah tinggi sangat dianjurkan makan buah dan sayuran warna-warni. Diet dengan vitamin dan mineral, strategi penurunan stress, dan perubahan gaya hidup akan memberikan Anda perasaan sehat melebihi dari yang dirasakan sebelumnya.
Untuk hidup sehat, Anda selayaknya menghindari makanan putih, termasuk tepung terigu, roti, mentega, garam, gula, nasi putih, susu putih, pasta putih, termasuk makanan olahan yang diproses dan sudah tidak mengandung serat serta nutrient.
Diet buah dan sayuran juga identik dengan makanan segar 100% tanpa pengolahan sama sekali dan tidak mengandung bahan tambahan, pengawet, atau bahan buatan. Hindarkan semua produk buah atau sayuran yang dibekukan atau kalengan, karena biasanya mengandung gula, garam dan bahan tambahan lainnya dalam jumlah banyak.
Buah dan sayuran kaya akan nutrient seperti magnesium, kalium, dan serat. Juga rendah kalori dan lemak, natrium, dan bebas alkohol secara alami. Buah dan sayuran sangat kaya kalium untuk mencegah tekanan darah dalam kisaran normal, selain serat pektin (bentuk serat makanan). Serat dan pektin mengikat substansi yang membentuk kolesterol dan membuangnya dari tubuh.
Makan buah dan sayuran bisa membantu pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi serta naiknya kadar kolesterol. Jadi, buah dan sayuran melindungi risiko penyakit jantung.
Sifat pencegahan penyakit pada buah dan sayuran terletak pada kandungan anti oksidan dan alaminya yang tinggi (vitamin, mineral, dan enzim tertentu yang melindungi sel dari radikal bebas ), dan fitokimia yang aktif secara biologis dari tumbuhan warna, rasa, dan kekuatan melawan penyakit. Saat Anda menyiapkan sayuran untuk disantap, masaklah sebentar dalam kukusan atau tumis sebentar. Banyak vitamin, mineral, dan fitokimiawi penting yang sensitif terhadap panas dan bisa rusak atau hancur karena dimsak.
Jumlah buah yang dianjurkan dimakan dua sam[ai tiga kali shari. Setiap harinya, usahakan makn paling tidak satu jenis buah dan sayuran yang berwarna pelangi : merah, jingga, kuning, hijau, biru nila, dan ungu.
Warna merah terdapat antara lain pada apel merah, bit, ceri, stroberi, tomat, semangka. Jingga pada apricot, wortel, blewah, mangga, ubi, jeruk, pepaya. Kuning pada pisang , jagung, ketimun, bawang putih, jambu biji, jamur, belimbing,buncis, labu kuning, nenas, dan pir. Biru pada rumput laut, bluberi, logan beri.
Nila pada ceri hitam, kismis hitam, prem, dan beri hitam. Warna ungu pada terong, ara, pada asparagus, alpokad, apel hijau, sawi putih, anggur hijau, kacang polong, jeruk nipis, seledri air, bayam, dan semua jenis tumbuhan herba, termasuk teh.
Pada jurnal yang dirilis Free Radical Research di London, Inggris, disebutkan dua cangkir teh mengandung antioksidan setara 20 gelas jus apel atau 7 gelas jus jeruk. Minum teh 2-4 kali sehari dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung sampai 40 persen. Penelitian di Jepang menyimpulkan, konsumsi teh dapat menurunkan kolesterol. Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa teh hitam dapat meningkatkan aktivitas insulin bagi penderita diabetes. (Sumber: Healthy Guide News. Edisi Januari Tahun 2008).
Selasa, Mei 27, 2008
Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. "Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah ”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah ”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar. "Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah ), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)
4. Kematian datang secara tiba-tiba. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11) Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab. Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93) "(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. "(QS, An-Nahl, 16 : 28-29) Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu. Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik! Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32) Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah , itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”. Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. Amin !
Kisah Para Peminang Bidadari 2 (Bumi Jihad Palestina)
Senin, Mei 26, 2008
Dialog Iblis Dengan Rasulullah SAW
"Kami (Ibnu Abbas dan sahabat Rasulullah yang lain) bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami ada di tengah-tengah jamaah, tiba-tiba ada suara orang dari luar rumah,'Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku untuk masuk? Sementara kalian membutuhkan aku.'
Rasulullah saw. bertanya kepada jamaah,'Apakah kalian tahu siapa yang memanggil dari luar itu?'
'Tentu Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui,'jawab jamaah.
Rasulullah menjelaskan,'Itu adalah iblis yang terkutuk. Semoga Allah senantiasa melaknatnya.'
Umar bin Khaththab berkata,'Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya?'
Rasulullah menjawab, 'Bersabarlah, hai Umar. Apakah engkau tidak tahu bahwa iblis adalah makhluk yang kematiannya tertunda sampai batas waktu yang telah ditentukan (hari kiamat)?'
Lalu Rasulullah memerintahkan,'Bukakanlah pintu untuknya karena kedatangan mereka kesini atas perintah Allah.'
Ketika pintu dibuka iblis pun masuk menjelma seorang laki-laki tua yang buta sebelah. Ia berjenggot panjang sebanyak tujuh helai rambut seperti rambut kuda. Kelopak matanya membusur ke atas, kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya panjang mencuat keluar seperti taring babi, kedua bibirnya tebal seperti bibir kerbau. Ia datang dengan mengucapkan, 'Assalamu'alaika ya Muhammad, assalamu'alaikum, ya jama'ah!'
Rasulullah menjawab,'Assalamulillah, ya la'in (keselamatan hanyalah milik Allah, ya makhluk terkutuk).' Saya dengar engkau memiliki keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis?'
Kata iblis,'Wahai Muhammad. Aku datang kesini bukan kemauanku sendiri, tapi aku datang ke sini karena terpaksa. Seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan yang Maha Agung telah datang kepadaku. Utusan itu berkata kepadaku,'Sesungguhnya Allah swt. memerintahkanmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya tentang hal-hal berikut ini.
bagaimana engkau menggoda dan memperdaya anak cucu Adam as.
Bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka.
Engkau harus menjawab dengan jujur atas setiap pertanyaan Muhammad saw.
Demi Kebesaran dan Keagungan Allah swt., jika engkau menjawab dengan bohong, meskipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah swt. jadikan debu yang dihempas oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang'
Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu dengan membawa beban yang diperintahkan kepadaku, karena itu tanyakanlah apa saja yang engkau inginkan. Jika aku sampai menjawab dengan tidak jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang akan aku terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat dariku daripada bersenang-senangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku,'kata iblis.
Rasulullah berkata, 'Siapakah orang yang paling engkau benci?'
'Engkau wahai Muhammad,' jawab iblis.
'Lalu siapa lagi?'
'(1) Pemuda muslim yang bertakwa dan mencurahkan waktu dan perhatiannya hanya untuk Allah swt;
'Aku langsung merasa gelisah dan gemetar.'
Mengapa begitu?'
'Sungguh,
'Mengapa begitu, wahai Abu Murrah (julukan iblis)?'
'Ketahuilah wahai Muhammad! Sedekah itu memiliki empat hikmah bagi orang yang bersedekah:
'Bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ash-Shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin 'Affan, dan Ali bin Abu Thalib?'
'Sejak masa jahiliah saja, Abu Bakar ash-Shidiq tidak pernah taat padaku, apalagi setelah ia mengikutimu. Muhammad, demi Allah, setiap aku bertemu dengan Umar bin Khaththab, aku pasti lari. Aku merasa malu kepada orang yang malaikat malu kepadanya, seperti Utsman bin 'Affan karena Utsman bin 'affan adalah orang yang sangat dermawan. Andaikan aku dapat selamat dari Ali bin Abu Thalib, dan tidak pernah berjumpa dengannya, hal itu akan lebih baik bagiku. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi.'
'Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu hingga waktu yang ditentukan.'
'Muhammad, tidak dan tidak mungkin umatmu bahagia. Sebab,
'Siapa hamba Allah swt. yang mukhlis?'
'Orang-orang yang tidak mencintai dirham dan dinar (baca : kekayaan duniawi), tidak suka dipuji oleh sesamanya, dan hatinya tidak terkekang oleh kesenangan duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang ikhlas karena Allah, dan mereka itulah yang akan aku tinggalkan. Hati orang yang mencintai dirham dan dinar selalu tertaut pada kesenangan dunia (harta duniawi), maka mereka akan lebih mendengarkanku dan taat kepadaku, daripada kepadamu.' Ketahuilah, wahai Muhammad, mencintai dunia dan kedudukan adalah dosa besar. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku memiliki 70.000 anak. Setiap anakku akan memiliki 70.000 setan, dan setiap cucuku itu akan melahirkan 70.000 setan. Begitulah seterusnya, selalu berkelipatan 70.000. di antara mereka ada yang aku tugaskan untuk menggoda ulama, para pemuda, dan orang tua. Sementara bagi kami, menyesatkan anak-anak muda sangatlah mudah. Begitu pulan mempermainkan anak-anak kecil.
Aku mengambil keikhlasan para ahli ibadah dari hatinya sehingga mereka beribadah kepada Allah mengikuti hawa nafsunya, menghitung-hitung pahala untuk dirinya sehingga tanpa mereka sadari, mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas.
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha-seorang rahib yang telah beribadah dengan ikhlas selama 70 tahun sehingga dengan doanya dapat menyembuhkan orang-orang sakit-aku tidak pernah berhenti menggodanya hingga ia melakukan perbuatan zina dengan pasiennya lalu ia membunuhnya, dan akhirnya Barshisa mati dalam keadaan kafir.
Kisah itulah yang disebutkan Allah dalam firman-Nya,
'(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia,'Kafirlah kamu!' kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.'(al-Hasyr [59]: 16)
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa setiap kebohongan itu datang dariku, dan akulah yang pertama-tama berbuat bohong sehingga orang-orang yang berbohong adalah temanku, sedangkan orang-orang yang bersumpah atas nama Allah padahal ia berbohong, maka ia itu adalah kekasihku.
Wahai Muhammad, apa egkau tidak tahu bahwa aku pernah bersumpah atas nama Allah untuk menipu Adam dan Hawa. Setiap mereka bersumpah atas nama Allah padahal mereka berbohong, maka perbuatan itu sangat menyenangkan hatiku. Sementara setiap perbuatan mengadu domba dan menggunjing itu adalah santapan dan kesukaanku. Setiap kesaksian dusta adalah kesenanganku dan kesejukan mataku.
Jika seorang bersumpah atas nama Allah untuk menceraikan istrinya (talak), maka mereka hampir tidak bisa selamat, meskipun mereka hanya mengucapkan satu kali. Seandainya ucapannya itu menghasilkan perceraian, maka hal itu akan menjadikan lidahnya senang untuk mengucapkan sumpah talak sehingga istrinya haram untuk digauli. Tetapi, kenyataannya mereka tetap , menggaulinya sehingga anak yang dilahirkannya sampai merupakan anak dari hasil zina. Akibatnya seluruh keturunannya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan (sumpah talak) yang mereka lakukan.
Wahai Muhammad, diantara umatmu ada orang-orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Setiap mereka hendak shalat, aku bersamanya, dan mengganggu mereka, dan aku katakana kepada mereka, 'Masih ada waktu, teruskan kesibukanmu!' Lalu mereka menunda-nunda shalatnya sehingga mereka mendirikan shalat bukan pada waktunya. Akibatnya kepala mereka akan dipukul oleh shalat yang disia-siakan itu. Jika aku gagal menggoda mereka, dan orang itu tidak menunda shalatnya, maka aku akan mengutus setan-setan dari manusia untuk mendatangi mereka ketika waktu shalat tiba, dan berusaha menyibukkannnya hingga mereka menunda-nunda shalatnya. Apabila strategiku ini gagal, maka aku akan tinggalkan mereka hingga mereka melakukan shalat. Ketika mereka melakukan shalat aku bisikkan kepadanya, 'Tengoklah ke kanan dan ke kiri.' Maka ketika aku usap wajahnya dengan tanganku, kemudian aku menghadap di depan matanya, dan berkata kepada mereka, 'Engkau telah mlakukan sesuatu yang akan membuat shalatmu tidak baik untuk selamanya.' Sementara mereka tidak menyadarinya.
Wahai Muhammad, engkau mengetahui bahwa orang-orang yang melakukan shalat, sedangkan mereka banyak menengok ke kanan dan ke kiri, maka Allah akan memukul mukanya dengan shalat itu. Jika aku gagal membuat mereka sering menengok ke kanan dan ke kiri ketika shalat, maka aku biarkan mereka shalat, dan aku akan datang ketika mereka shalat sendiri. Ketika itu akan aku perintahkan untuk tergesa-gesa sehingga shalatnya seperti ayam yang mematok benih-benih makanan, dan mereka segera meninggalkan shalatnya.
Ketika mereka melakukan shalat berjamaah, maka aku akan kalungkan rantai di lehernya, ketika rukuk dan sujud aku tarik kepalanya ke atas sehingga mereka akan bangun mendahului imam, dan aku turunkan mereka mendahului imam. Orang yang melakukan shalat seperti itu, maka shalatnya batal, dan pada hari kiamat Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai.
Jika usahaku itu gagal, aku akan memerintahkan mereka meremas-remas jarinya hingga bersuara, padahal mereka sedang shalat. Dalam kondisi seperti itu berarti mereka bertasbih kepadaku. Jika usahaku itu masih gagal, maka akan aku tiu hidungnya hingga mereka menguap. Jika ketika mereka menguap tidak menutupi mulutnya dengan tangannya, maka aku masuk ke dalam perutnya hingga orang itu makin rakus terhadap dunia dengan berbagai perangkapnya. Maka mereka itu akan selalu mendengarkan dan taat kepada perintahku.
Wahai Muhammad, bagaimana umatmu akan mereasa bahagia? Sementara aku telah memerintahkan orang-orang miskin untuk tidak melakukan shalat, aku bisikkan kepadanya,'Shalat hanya diwajibkan bagi orang-orang yang diberikan nikmat (kekayaan) oleh Allah.'
Aku bisikkan kepada orang-orang yang sakit untuk meninggalkan shalat, aku katakana kepadanya,'Shalat bukan kewajiban bagi orang sakit. Shalat hanyalah kewajiban bagi orang-orang yang diberi nikmat kesehatan oleh Allah. Jika engkau telah sembuh maka barulah engkau melaksanakan shala!' Jika mereka mati, maka mereka mati dalam keadaan kafir. Mereka akan menghadap Allah dengan mendapatkan murka-Nya.
Wahai Muhammad, jika aku menyimpang dan berdusta kepadamu, hendaklah engkau memohon kepada Allah agar aku dijadikan debu yang lembut.
'Wahai makhluk terkutuk, siapakah teman dudukmu?' tanya Rasulullah.
'Orang-orang yang suka makan riba,' jawab iblis.
'Siapa teman dekatmu?'
'Orang-orang yang berzina.'
'Siapa teman tidurmu?'
'Orang-orang yang mabuk.'
'Siapa tamumu?'
' Para pencuri.'
'Siapa utusanmu?'
' Para tukang sihir.'
'Apa yang menyenangkan pandangan matamu?
'Orang yang bersumpah dengan talak.'
'Siapa kekasihmu?'
'Orang yang meninggalkan shalat jum'at.'
'Wahai makhluk terkutuk, apa yang menyebabkan tulang punggungmu patah?'
'Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah.'
'Apa yang membuat hatimu panas?'
'Banyak beristighfar kepada Allah, pada malam dan siang hari.'
'Apa yang membuatmu merasa malu dan hina.'
'Sedekah dengan rahasia.'
'Apa yang bisa membuat matamu buta?'
'Shalat pada waktu sahur (sepertiga malam terakhir).'
'Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?'
'Orang yang rajin melaksanakan shalat berjamaah.'
'Siapa orang yang paling membahagiakanmu.'
'Orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat.'
'Menurutmu, siapa yang paling celaka?'
'Orang-orang kafir.'
'Apa yang menyita pekerjaanmu?'
'Majelis orang-orang alim (majelis zikir).'
'Bagaimana caramu makan?'
'Dengan tangan dan jari-jemari kiriku.'
'Di mana kamu berteduh dengan anak cucumu ketika panas?'
'Di bawah kuku-kuku manusia.'
'Berapa kebutuhan yang pernah kamu minta kepada Tuhanmu?'
'Sepuluh macam kebutuhan, yaitu
Wahai Muhammad, aku memiliki anak yang bermacam-macam, yaitu
Wahai Muhammad, sesungguhnya aku tidak memiliki hak sedikit pun untuk menyesatkan manusia. Aku sekadar mengganggu dan membujuknya. Sekiranya aku memiliki hak, maka tak akan aku biarkan segelintir manusia pun untuk bersyahadat di muka bumi. Tidak ada lagi orang shalat dan puasa. Aku hanyalah menjadi sebab celakanya seseorang, yang telah ditakdirkan celaka oleh Allah.
Begitu pula Engkau, Muhammad. Engkau tidak memiliki hak untuk memberi hidayah. Jika engkau memiliki hak untuk memberi hidayah, maka tidak ada segelintir orang kafir pun di muka bumi. Engkau hanya utusan dan menyampaikan kalam Allah kepada makhluk-Nya.
Seseorang yang mulia dan celaka merupakan kepastian dari Allah, yang telah ditetapkan sejak ia ada dalam kandungan ibunya.
'Wahai Abu Murrah (iblis)! Mungkinkah engkau bertobat kepada Allah, sementara aku menjamin engkau untuk masuk surga?'
'Wahai Muhammad, ketentuan Allah telah ditetapkan, dan tinta kalam-Nya pun telah kering. Maha suci Allah yang telah menetapkan aku sebagai penghulu orang-orang yang celaka, dan khatib seluruh penghuni neraka. Di sisi lain Allah telah menetapkan engkau sebagai penghulu para nabi, dan khatib seluruh penghulu surga.'
Begitulah dialog Rasulullah saw. dengan iblis. Strategi iblis tersebut menjadi dasar perilaku setan dalam menyesatkan manusia. Semoga Allah menolong kita dalam menghadapi musuh kita semua. Tanpa perlindungan dari Allah, mustahil kita dapat selamat dari jeratan iblis dan seluruh keturunannya. Sebab, Allah telah menetapkan seluruh bani Adam untuk memiliki pendamping setan.
Penerbit Pena Pundi Aksara - 2007

